POLTEKKESJAMBIPOLTEKKESJAMBI

Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)

Latar belakang: Stunting dan malnutrisi pada balita merupakan tantangan kesehatan masyarakat utama, khususnya di Indonesia. Salah satu upaya adalah pengembangan pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis makanan lokal, seperti biskuit ikan dan kacang tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biskuit ikan dan kacang tanah terhadap status gizi balita, kadar hemoglobin (HB), dan keamanan fungsi ginjal yang diukur melalui protein urin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre‑eksperimental satu kelompok dengan desain pre‑test post‑test yang melibatkan 30 anak berusia 6–60 bulan. Intervensi berupa pemberian biskuit Fishbean sebanyak 50 gram/hari selama 40 hari serta edukasi gizi berbasis buku panduan. Data yang dikumpulkan meliputi pengukuran antropometri, kadar hemoglobin, dan asupan makanan, yang dianalisis dengan metode univariat dan bivariat menggunakan uji t Independent Sample. Hasil: Pemberian biskuit Fishbean meningkatkan asupan energi, protein, dan lemak, tetapi tidak berpengaruh terhadap asupan karbohidrat. Intervensi ini secara signifikan meningkatkan berat badan menurut usia (BB/U), namun tidak menunjukkan efek signifikan pada tinggi badan (TB/U), rasio BB/TB, atau kadar hemoglobin. Selain itu, tidak terdapat perubahan pada protein urin, yang menunjukkan bahwa konsumsi biskuit Fishbean aman bagi fungsi ginjal balita. Kesimpulan: Biskuit ikan dapat diintegrasikan ke dalam program PMT. Disarankan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang biskuit ikan terhadap status gizi balita.

Penelitian ini menunjukkan bahwa biskuit Fishbean secara signifikan meningkatkan asupan energi, protein, lemak, dan berat badan menurut usia pada anak-anak yang mengalami kekurangan gizi, sementara tidak berpengaruh signifikan pada karbohidrat, berat badan menurut tinggi, tinggi menurut usia, atau kadar hemoglobin.Intervensi terbukti aman karena tidak mengubah kadar protein urin atau fungsi ginjal.Disarankan memperpanjang durasi intervensi, menambahkan fortifikasi atau suplementasi besi, serta melakukan penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan tindak lanjut jangka panjang untuk menilai dampak pada status mikronutrien dan perkembangan anak.

Sebuah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah menguji dampak jangka panjang suplementasi biskuit Fishbean yang diperkaya dengan fortifikasi zat besi selama 6 hingga 12 bulan terhadap status hemoglobin serta profil mikronutrien pada balita yang mengalami stunting, dengan menggunakan desain percobaan terkontrol secara acak untuk menilai keamanan dan efektivitas tambahan besi. Penelitian kedua dapat menyelidiki apakah kombinasi biskuit Fishbean dengan makanan pokok lokal seperti nasi dapat meningkatkan asupan karbohidrat dan total energi, serta menghasilkan perbaikan signifikan pada indikator pertumbuhan seperti berat badan menurut tinggi (BB/T) dan tinggi menurut usia (TB/U). Selanjutnya, studi ketiga dapat membandingkan pengaruh suplementasi biskuit Fishbean versus biskuit komersial standar terhadap perkembangan kognitif dan motorik balita, menggunakan alat penilaian perkembangan anak yang tervalidasi selama periode intervensi satu tahun. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai manfaat nutrisi jangka panjang, integrasi pangan lokal, serta efek neurodevelopmental, sehingga memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi kebijakan program PMT di Indonesia. Dengan memperbesar ukuran sampel dan memperpanjang masa tindak lanjut, hasilnya dapat memberikan bukti yang lebih representatif dan generalisasi untuk populasi balita di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Read online
File size368.54 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test