POLTEKKESJAMBIPOLTEKKESJAMBI

Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri merupakan krisis kesehatan masyarakat global yang secara sistemis menghambat perkembangan kognitif, produktivitas, dan kesiapan reproduksi masa depan. Di tengah masifnya program suplementasi zat besi, defisit literasi kesehatan sering kali menjadi determinan hulu yang terabaikan. Studi ini mengevaluasi pengaruh tingkat pengetahuan spesifik-anemia terhadap manifestasi klinis kejadian anemia pada remaja putri fase pubertas di institusi pendidikan terpusat. Metode: Studi kuantitatif dengan desain potong-lintang (cross-sectional) ini dilaksanakan di SMA N 1 Gadingrejo, Indonesia. Menggunakan teknik stratified random sampling, sebanyak 149 siswi kelas X dipilih secara acak dari total populasi 273 orang. Data primer dikumpulkan secara sinkron melalui pengisian kuesioner pengetahuan terstandardisasi dan pemantauan klinis invasif-minimal kadar hemoglobin (Hb) darah. Analisis asosiasi non-parametrik diuji secara ketat menggunakan koefisien korelasi Gamma. Hasil: Analisis statistik mengonfirmasi adanya hubungan linier yang sangat signifikan antara keterbatasan pengetahuan tentang anemia dan tingginya angka kejadian anemia pada masa pubertas (p< 0,001). Prevalensi anemia terbesar pada kategori anemia sedang sebesar 70,5%, dengan mayoritas kasus terkonsentrasi pada kelompok siswi berpengetahuan rendah (49,7%). Uji Gamma membuktikan bahwa defisit kognitif mengenai nutrisi merupakan prediktor kuat terhadap kerentanan klinis anemia remaja di tingkat tapak. Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan siswi kelas X (sepuluh) tentang anemia dengan kejadian anemia pada masa pubertas di SMA Negeri 1 Gadingrejo.

Pengetahuan siswi kelas X tentang anemia memiliki keeratan hubungan yang sedang dan bermakna dengan kejadian anemia.semakin tinggi pengetahuan, semakin rendah angka kejadian anemia.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas intervensi pendidikan gizi berbasis sekolah yang dipadukan dengan program suplementasi zat besi secara longitudinal untuk menilai perubahan prevalensi anemia pada siswi selama periode satu tahun; selanjutnya, diperlukan studi eksperimental yang membandingkan penggunaan media digital (seperti aplikasi seluler atau video edukatif) dengan pendekatan tradisional dalam meningkatkan pengetahuan anemia di kalangan remaja putri, guna menentukan metode yang paling efektif dalam memperbaiki perilaku kesehatan; terakhir, disarankan dilakukan penelitian kualitatif untuk mengeksplorasi persepsi dan hambatan terkait konsumsi tablet zat besi serta praktik menstruasi sehat, sehingga kebijakan kesehatan dapat dirancang lebih responsif terhadap kebutuhan spesifik remaja perempuan di lingkungan sekolah.

Read online
File size392.12 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test