BALIPROVBALIPROV

Jurnal Bali Membangun BaliJurnal Bali Membangun Bali

Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk menentukan strategi dan langkah-langkah strategis yang perlu diambil oleh Pemerintah Kabupaten Badung dalam penanganan sampah pantai di sepanjang wilayah pantai Kabupaten Badung. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi literatur dengan menyajikan data dan informasi eksisting kawasan pantai dan penanganan sampah pantai di Kabupaten Badung. Hasil dan pembahasan: Timbulan sampah yang terjadi di Pantai Seseh, Batu Bolong-Perancak, Batu Belig-Petitenget, Double Six Seminyak, Legian, Kuta, Jerman, Kelan, Kedonganan, dan Jimbaran sebagian besar dipengaruhi oleh angin barat, sedangkan timbulan sampah di Pantai Tanjung Benoa dan Nusa Dua dipengaruhi oleh angin timur. Pada tahun 2021 timbulan sampah kiriman tertinggi terjadi di Pantai Kuta, dan konsisten tertinggi setiap tahun sampai tahun 2023, sedangkan timbulan sampah kiriman terendah setiap tahun terjadi di Pantai Seseh. Implikasi: Upaya penanganan sampah pantai dilaksanakan dengan cara pemilahan sampah di sumber yang dilaksanakan oleh masyarakat; melakukan pengumpulan sampah yang terjadwal dan terpilah melalui TPS3R, Bank Sampah, atau TPST; optimalisasi peran fasilitas pengolahan di bagian hulu; pemanfaatan teknologi pengelolaan sampah yang inovatif serta adanya kolaborasi multi pihak; dan pemanfaatan TPA hanya untuk penampungan residu sampah yang tidak terolah.

Timbulan sampah pantai yang tinggi terjadi pada bulan November hingga Maret, terutama selama musim hujan dan angin barat, dan sebagian besar sampah berasal dari luar Bali.Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan solusi komprehensif meliputi penguatan regulasi, penanganan teknis, serta sosialisasi dan partisipasi masyarakat, termasuk optimalisasi TPS3R, bank sampah, dan TPST serta pemanfaatan teknologi inovatif.Anggaran penanganan sampah pantai pada tahun anggaran 2023 mencapai Rp108,461,388,884,00, yang mendukung revitalisasi dan pembangunan TPS3R baru guna meminimalkan volume sampah yang masuk ke TPST atau TPA.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara kuantitatif pengaruh variabel meteorologi seperti kecepatan dan arah angin terhadap pola timbulan sampah pantai di Kabupaten Badung, dengan tujuan membangun model prediksi yang dapat mendukung penjadwalan pengumpulan sampah. Selain itu, diperlukan studi eksperimental untuk menilai efektivitas teknologi pengolahan sampah inovatif, termasuk penggunaan wood shredder dan sistem otomatisasi TPS3R, dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke TPST dan TPA serta menilai dampaknya terhadap biaya operasional. Penelitian juga dapat meneliti faktor sosio‑ekonomi dan perilaku masyarakat serta wisatawan dalam praktik pemilahan dan pembuangan sampah, guna merancang intervensi edukasi dan insentif yang paling efektif untuk meningkatkan partisipasi komunitas dalam pengelolaan sampah pantai. Sebuah penelitian komparatif antara Kabupaten Badung dan wilayah pesisir lain di Indonesia dapat memberikan wawasan tentang praktik terbaik dan kelemahan regulasi yang berbeda, sehingga memperkaya kebijakan nasional dalam rangka pengelolaan sampah pantai yang berkelanjutan. Akhirnya, evaluasi jangka panjang terhadap implementasi kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik dan program bank sampah dapat mengungkap dampak lingkungan dan ekonomi yang dihasilkan, serta memberi rekomendasi perbaikan kebijakan berbasis bukti.

Read online
File size346.71 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test