IDEAJOURNALIDEAJOURNAL

Idea Pengabdian MasyarakatIdea Pengabdian Masyarakat

Sekitar 1,3 miliar ton timbunan sampah tiap tahun yang terdiri dari sampah makanan, plastik, kertas, kain, kaca, dan berbagai barang kebutuhan manusia yang bersifat tahan lama, yang akhirnya mengumpul menjadi timbunan sampah; jika tidak diolah dengan baik akan memicu terjadinya bencana. Pemerintah telah berupaya mengurangi sampah hingga 30 % dan mengolah plastik hingga 70 % pada tahun 2025. Strategi yang dilaksanakan meliputi upaya peningkatan kesadaran dan perilaku masyarakat serta pengurangan penggunaan sampah plastik. Ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam mengolah sampah rumah tangga sehingga harus diberikan pemahaman tentang pengolahan sampah. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi dan pendampingan pilah sampah kepada ibu rumah tangga agar tercipta lingkungan yang asri dan bersih. Metodenya meliputi ceramah, diskusi, dan demonstrasi; latihan dilakukan dalam tiga sesi masing‑masing 30 menit. Hasil yang dicapai meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga tentang pemilahan sampah dalam pengurangan risiko bencana. Penerapan pemilahan sampah dalam kehidupan sehari‑hari diharapkan dapat lebih ditingkatkan.

Pentingnya memberikan penyuluhan dan pelatihan untuk membantu pemilahan sampah guna mengurangi risiko bencana banjir, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang sampah, serta mengetahui dan memahami pentingnya pemilahan sampah.Diharapkan masyarakat setempat dapat lebih meningkatkan praktik pemilahan sampah dalam kehidupan sehari‑hari.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak jangka panjang pendidikan pemilahan sampah terhadap perubahan perilaku masyarakat dengan desain longitudinal selama minimal dua tahun, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor yang mempengaruhi keberlanjutan praktik tersebut. Selain itu, perlu dilakukan perbandingan efektivitas media edukasi digital (misalnya aplikasi seluler) versus media tradisional (poster, leaflet) dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemilahan sampah, untuk menentukan pendekatan yang paling efisien dalam konteks wilayah pedesaan. Selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi peran infrastruktur pengelolaan sampah berbasis komunitas, seperti bank sampah atau titik kumpul terpusat, dalam mendukung keberlanjutan praktik pemilahan sampah setelah intervensi edukatif selesai, sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang holistik.

Read online
File size638.55 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test