IDEAJOURNALIDEAJOURNAL

Idea Pengabdian MasyarakatIdea Pengabdian Masyarakat

Stunting merupakan salah satu masalah publik yang perlu mendapat perhatian dan penanganan. Kejadian stunting jika dibiarkan dapat berimplikasi terhadap kualitas sumber daya manusia, yaitu disamping berisiko pada hambatan pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, juga menyebabkan hambatan perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Pengabdian pada masyarakat (PPM) yang dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan di desa Besmarak kecamatan Nekamese kabupaten Kupang diharapkan memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa pemecahan masalah stunting tidak hanya melalui bantuan perbaikan kesehatan dan gizi yang diberikan oleh pemerintah, namun juga dapat melalui modal sosial masyarakat yaitu melalui jaringan sosial dan norma kepercayaan masyarakat. Terdapat hubungan yang kuat antara modal sosial dan penyelesaian berbagai masalah publik sehingga masyarakat dengan modal sosial yang lebih tinggi juga memiliki kepedulian yang lebih tinggi, mereka mampu mengambil tindakan bersama dalam melakukan pencegahan stunting.

Modal sosial merupakan determinan penting yang dapat dijadikan sarana efektif untuk mengatasi berbagai masalah publik termasuk stunting, dengan menunjukkan korelasi kuat antara tingkat modal sosial masyarakat dan kemampuan mereka dalam melakukan tindakan kolektif untuk pencegahan stunting.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi aspek spesifik dari modal sosial—seperti jaringan sosial maupun norma kepercayaan—yang memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kepedulian, pengetahuan, dan tindakan terkait stunting.Direkomendasikan agar nilai gotong royong sebagai salah satu modal sosial terus direvitalisasi melalui penyuluhan berkelanjutan dan strategi yang memperkuat solidaritas sosial masyarakat.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi komponen spesifik modal sosial, seperti struktur jaringan versus norma kepercayaan, yang paling berkontribusi pada penurunan prevalensi stunting di daerah pedesaan, dengan menggunakan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif untuk menilai mekanisme interaksi antar komponen tersebut. Selanjutnya, studi longitudinal dapat mengamati dampak jangka panjang intervensi berbasis modal sosial yang dipimpin masyarakat terhadap pertumbuhan fisik dan kognitif anak selama beberapa tahun, guna menentukan keberlanjutan dan efektivitas strategi tersebut. Akhirnya, eksplorasi peran platform komunikasi digital dalam memperkuat jaringan sosial dan meningkatkan kepercayaan antar rumah tangga di wilayah rural dapat memberikan wawasan baru tentang cara meningkatkan partisipasi komunitas dalam program pencegahan stunting, terutama di era digital yang semakin berkembang.

Read online
File size450.39 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test