PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING

Journal Of Education And Teaching Learning (JETL)Journal Of Education And Teaching Learning (JETL)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi pembelajaran sejarah inovatif dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, yang cenderung berada pada tingkat kognitif rendah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X1, terdiri dari 6 kelas dengan masing-masing kelas memiliki 35 siswa. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan (e) sebesar 5% (0.05). Sehingga, sampel yang diambil adalah 138 siswa kelas XI. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini, digunakan metode kualitatif untuk menggambarkan aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran melalui observasi dan wawancara. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan desain Pre-Eksperimental, yaitu One-Group Pretest-Posttest Design. Temuan penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran sejarah yang diterapkan sangat efektif, mengubah kategori Cukup (62.5) menjadi Sangat Baik (84.2) pada 138 responden. Secara keseluruhan, bagian diskusi mencerminkan keberhasilan program pembelajaran. Pada tahap pretest, mayoritas siswa (108 siswa) berada di bawah kategori Baik. Namun, pada tahap posttest, kondisi ini terbalik, dengan mayoritas siswa mencapai standar Baik hingga Sangat Baik. Metode pembelajaran yang diterapkan berhasil meningkatkan kualitas hasil belajar secara skala, mengubah profil kelas dari mayoritas Cukup/Buruk menjadi mayoritas Sangat Baik. Skor N-Gain adalah 0.60.

Implementasi metode pembelajaran sejarah terbukti sangat efektif, berhasil meningkatkan kinerja kolektif 138 responden dari kategori Cukup (62.Perbaikan signifikan ini tercermin dalam pergeseran antara hasil pretest dan posttest.sementara 108 siswa awalnya mencetak skor di bawah ambang Baik, tren ini terbalik sepenuhnya setelah program, dengan mayoritas siswa mencapai standar Baik atau Sangat Baik.Metode ini mengubah profil kelas secara besar-besaran, memindahkan tingkat kinerja utama dari Cukup/Buruk menjadi Sangat Baik dan mencapai skor N-Gain yang menonjol yaitu 0.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan evaluasi kognitif internal yang berfokus pada kemampuan siswa untuk menganalisis, menilai, dan mensintesis narasi sejarah yang kompleks, bukan hanya menghafal tanggal sejarah. Implementasikan standar penilaian yang mengevaluasi pertumbuhan kognitif dan literasi sejarah untuk memastikan keberhasilan program ini dapat diukur dan direplikasi secara nasional. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi metode pembelajaran sejarah inovatif yang lebih beragam, seperti penggunaan media teknologi atau pendekatan narasi interaktif. Dengan demikian, siswa diharapkan tidak hanya menghafal tanggal dan tokoh sejarah, tetapi juga menghubungkan nilai-nilai sejarah dengan dinamika kehidupan kontemporer. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari metode pembelajaran sejarah inovatif ini terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan penelitian lanjutan yang mengukur perkembangan kemampuan berpikir kritis siswa setelah beberapa tahun sejak implementasi metode pembelajaran sejarah inovatif.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/article/10.1007/s10734-011-9496-xClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer article 10 1007 s10734 011 9496 x
Read online
File size456.46 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test