UMGUMG

Journal of English Teaching, Literature, and Applied LinguisticsJournal of English Teaching, Literature, and Applied Linguistics

Buku cerita digital berilustrasi semakin banyak digunakan sebagai sumber belajar untuk mendukung akuisisi bahasa kedua (SLA) oleh pembelajar muda dengan menggabungkan masukan visual dan teks dengan cara yang menarik. Meskipun penelitian sebelumnya telah memeriksa alat digital dalam pembelajaran bahasa, penelitian kualitatif terbatas telah mengeksplorasi bagaimana buku cerita digital berilustrasi secara khusus mendukung keterlibatan pembelajar muda, motivasi, dan akuisisi kosakata melalui pengalaman pengguna nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran buku cerita digital berilustrasi dalam mendukung SLA di antara pembelajar muda melalui penggunaan aplikasi Lets Read. Dengan menggunakan desain kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan observasi dan wawancara mendalam semi-terstruktur dengan seorang pembelajar sekolah dasar berusia sembilan tahun untuk mengeksplorasi respons terhadap buku cerita digital berilustrasi dalam aplikasi. Temuan menunjukkan bahwa buku cerita digital berilustrasi meningkatkan motivasi pembelajar, mempertahankan keterlibatan, dan memfasilitasi akuisisi kosakata dengan menyediakan dukungan visual kontekstual dan organisasi cerita yang sesuai dengan usia. Kategorisasi tematik dan lingkungan tanpa iklan aplikasi lebih jauh berkontribusi pada pengalaman belajar yang positif dan terfokus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa buku cerita digital berilustrasi, ketika dirancang dengan visual yang bermakna dan konten yang terstruktur, dapat mendukung secara efektif akuisisi bahasa kedua oleh pembelajar muda. Temuan ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan sumber daya digital seperti itu ke dalam praktik pembelajaran bahasa dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan dapat diakses oleh pembelajar bahasa muda.

Penelitian ini menunjukkan bahwa buku cerita digital berilustrasi, seperti yang ditunjukkan oleh aplikasi Lets Read, memainkan peran yang berarti dalam mendukung akuisisi bahasa kedua (SLA) oleh pembelajar muda.Temuan menunjukkan bahwa integrasi ilustrasi visual, organisasi tematik, dan cerita interaktif mendorong keterlibatan pembelajar, mempertahankan motivasi, dan mendukung akuisisi kosakata dengan menyediakan masukan bahasa yang kontekstual dan dapat dipahami.Dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, terstruktur, dan rendah gangguan, buku cerita digital berilustrasi mendorong interaksi berkelanjutan dengan masukan bahasa kedua selama tahap awal perkembangan bahasa.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Melakukan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan lebih banyak peserta untuk menguji dampak jangka panjang buku cerita digital berilustrasi pada berbagai aspek akuisisi bahasa kedua. (2) Menganalisis efektivitas buku cerita digital berilustrasi dalam mendukung pembelajaran bahasa kedua di berbagai konteks budaya dan bahasa. (3) Mengeksplorasi peran buku cerita digital berilustrasi dalam mengembangkan keterampilan literasi dan pemahaman budaya di antara pembelajar muda.

  1. Tim Burton: The Monster and the Crowd | A Post-Jungian Perspective | H. tim burton monster crowd jungian... doi.org/10.4324/9781315787367Tim Burton The Monster and the Crowd A Post Jungian Perspective H tim burton monster crowd jungian doi 10 4324 9781315787367
  2. Qualitative Research Designs: Selection and Implementation - John W. Creswell, William E. Hanson, Vicki... doi.org/10.1177/0011000006287390Qualitative Research Designs Selection and Implementation John W Creswell William E Hanson Vicki doi 10 1177 0011000006287390
Read online
File size555.78 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test