ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Keteg : Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang BunyiKeteg : Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi

Artikel ini berjudul The Musical Performance Identity of Ayak Gedhog in the Siswa Laras Tayub Ensemble, Trenggalek Regency, East Java, menyelidiki karakteristik musik dan budaya unik dari repertoar ini. Dengan menggunakan teori Martin dan Nakayama tentang identitas etnis dan budaya, serta kerangka identitas George M., penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen-elemen yang membentuk penanganan musik yang khas dari ansambel Siswa Laras. Data dikumpulkan secara sistematis melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur yang berfokus pada garap (penanganan musik) dari Ayak Gedhog oleh ansambel Siswa Laras. Temuan penelitian mengungkapkan empat poin kunci. Pertama, Ayak Gedhog memiliki bentuk musik yang spesifik dan kerangka struktural ayak-ayakan, dengan urutan presentasi yang mengalir dari bukå (pembukaan), ke balungan utama (melodi tulang belakang), dan berakhir dengan suwuk (kesimpulan). Kedua, repertoar ini memiliki tiga fungsi utama: sebagai pembuka pertunjukan tayub, sebagai pengiring tari gedhog tayub, dan sebagai penghormatan untuk tamu-tamu terhormat. Ketiga, elemen-elemen pembentuk identitas Ayak Gedhog dikategorikan menjadi elemen garap stabil (yang mencakup materi pertunjukan, penampil, fasilitas, dan alat) dan elemen garap situasional (yang mencakup penentu dan pertimbangan pertunjukan). Akhirnya, identitas pertunjukan tayub Tulungagungan memainkan peran penting dalam membentuk identitas garap yang dikembangkan oleh ansambel Siswa Laras di Trenggalek.

Penanganan musik (garap) dari repertoar Ayak Gedhog oleh ansambel Siswa Laras di Trenggalek membentuk identitas yang unik.Identitas ini dibentuk oleh karakteristik dalam elemen-elemen garap.Identitas dapat dibentuk oleh karakteristik yang permanen (stabil) serta situasional.Karakteristik stabil mengacu pada semua elemen yang tidak dapat diubah atau digantikan.Sebaliknya, karakteristik situasional garap elemen mencakup segala sesuatu yang dapat berubah berdasarkan situasi dan kondisi tertentu.Penggunaan repertoar Ayak Gedhog sebagai materi musik (materi garap), bersama dengan pola drum, serta teknik dan pola permainan saron sebagai alat pertunjukan (prabot garap), menjadi pembangun identitas untuk ansambel Siswa Laras, yang merupakan karakteristik stabil dari elemen garapnya.Perubahan dalam presentasi garap - mengubah Ayak Gedhog utuh menjadi versi singkat (Ayak Gedhog jugag) untuk menyesuaikan fungsi dan kegunaan gending sebagai penentu garap - juga menjadi pembangun identitas garap yang dimiliki oleh ansambel Siswa Laras, yang berasal dari karakteristik situasional elemen garap.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran untuk penelitian lanjutan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut bagaimana identitas garap Ayak Gedhog oleh ansambel Siswa Laras berkembang dan berubah seiring waktu, serta bagaimana interaksi dengan pengaruh eksternal dan interpretasi seniman sendiri membentuk identitas garap yang unik. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana identitas garap Ayak Gedhog oleh ansambel Siswa Laras berbeda dari garap Ayak Gedhog oleh ansambel tayub dari daerah lain, dan bagaimana perbedaan ini mencerminkan karakteristik unik dari budaya dan tradisi lokal. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana identitas garap Ayak Gedhog oleh ansambel Siswa Laras mempengaruhi persepsi dan pengalaman penonton, dan bagaimana identitas ini dapat digunakan untuk meningkatkan apresiasi dan pemahaman publik terhadap seni tayub.

Read online
File size467.61 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test