STIESULTANAGUNGSTIESULTANAGUNG

Strategic: Journal of Management SciencesStrategic: Journal of Management Sciences

Objektif. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai work life balance pada perawat wanita RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Jenis teknik penarikan sampel menggunakan sampling jenuh, yaitu sebanyak 74 orang. Data diperoleh melalui satu alat ukur yaitu Work Life Balance Scale (WLBS) dari Fisher, Bulger, dan Smith (2009) yang telah dimodifikasi oleh Novelia (2013). Metode Riset. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Hasil. Berdasarkan hasil analisis penelitian diperoleh bahwa sebagian besar perawat wanita Inap Non Bedah Penyakit Dalam RSUPPadang memiliki tingkat work-life balance yang tinggi. Kesimpulan. Hal ini berarti bahwa perawat wanita sudah dapat mengupayakan untuk menyembangi peran yang dijalaninya dengan mampu mengatur waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang dimiliki agar tidak mengganggu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Penelitian menunjukkan bahwa perawat wanita di RSUP Padang secara umum memiliki work-life balance dengan kategori tinggi dan diharapkan dapat mempertahankannya.Disarankan agar perawat meluangkan waktu setelah kerja untuk kegiatan pribadi atau hobi, serta rumah sakit menyebarluaskan informasi dan menyelenggarakan kegiatan family‑gathering guna mendukung keseimbangan tersebut.Penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh variabel seperti beban kerja, dukungan kerja, dan keterlibatan kerja serta menambah kuisioner terbuka untuk menggali faktor‑faktor yang mempengaruhi work‑life balance.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana beban kerja (work load) memengaruhi tingkat work‑life balance perawat wanita di RSUP Padang melalui metode survei kuantitatif yang memperbandingkan unit dengan shift kerja berbeda. Selain itu, studi kualitatif dapat mengeksplorasi peran dukungan organisasi (work support) dan keterlibatan kerja (work engagement) dalam meningkatkan work‑life balance, dengan melakukan wawancara mendalam pada perawat yang memiliki skor balance tinggi dan rendah. Selanjutnya, penelitian campuran dapat menambahkan instrumen kuisioner terbuka untuk mengidentifikasi faktor‑faktor psikologis dan sosial yang belum terukur, seperti motivasi pribadi dan kebijakan fleksibilitas kerja, serta menguji efektivitas program family‑gathering yang diadakan rumah sakit dalam memperbaiki keseimbangan kerja‑hidup. Penelitian juga dapat membandingkan perbedaan work‑life balance antara perawat yang belum menikah dan yang sudah menikah untuk menguji pengaruh status pernikahan pada keseimbangan tersebut. Selain itu, analisis faktor demografis seperti usia, lama kerja, dan tingkat pendidikan dapat memberikan wawasan tambahan mengenai variabel yang berkontribusi pada keseimbangan kerja‑hidup. Dengan menggunakan desain longitudinal, ketiga studi tersebut dapat memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika work‑life balance dan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti.

Read online
File size491.98 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test