CASSRCASSR

Journal of Asian Social Science ResearchJournal of Asian Social Science Research

Artikel ini meninjau transformasi penting yang terjadi di Asia kontemporer, khususnya bagaimana otoritas dan legitimasi diproduksi, dipertentangkan, dan dipulihkan dalam berbagai arena sosial. Dengan mengacu pada teori Max Weber dan Mark C. Suchman, penulis menyoroti peran media digital, institusi keagamaan, jaringan keluarga, dan kebijakan publik dalam membentuk persepsi legitimasi. Penelitian ini menggabungkan analisis artikel‐artikel yang membahas isu‑isu seperti ekstremisme agama di media sosial, ikonisasi tokoh keagamaan, dinamika perceraian perempuan, strategi gender ASEAN, serta diplomasi permintaan maaf dalam sektor pariwisata, untuk menunjukkan pentingnya pendekatan metodologis yang beragam dalam ilmu sosial Asia.

Otoritas dan legitimasi di Asia modern tidak dapat dipahami hanya melalui struktur institusional formal, melainkan melalui interaksi kompleks antara media digital, praktik keagamaan, dan kebijakan sosial.Transformasi ini terlihat dalam berbagai konteks, mulai dari ruang daring hingga kebijakan kesejahteraan dan diplomasi internasional.Oleh karena itu, studi ilmu sosial harus terus mengadopsi metodologi pluralistik untuk menangkap dinamika yang terjadi pada tingkat mikro dan makro.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana algoritma platform media sosial memengaruhi persepsi legitimasi otoritas keagamaan di kalangan pemuda Asia (pertanyaan penelitian: apa mekanisme algoritmik yang memoderasi penyebaran narasi keagamaan ekstrem?). Selain itu, diperlukan studi komparatif tentang dampak program bantuan pangan berbasis pasar terbuka terhadap kepercayaan publik terhadap pemerintah di negara‑negara berkembang (pertanyaan penelitian: sejauh mana transparansi distribusi mempengaruhi legitimasi kebijakan kesejahteraan?). Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas diplomasi permintaan maaf sebagai alat pemulihan reputasi nasional dalam konteks pariwisata (pertanyaan penelitian: bagaimana respons wisatawan internasional terhadap kebijakan permintaan maaf setelah krisis, dan apa implikasinya terhadap pertumbuhan sektor pariwisata). Semua pertanyaan ini harus diinvestigasi dengan metodologi campuran, menggabungkan analisis kuantitatif data platform digital, wawancara kualitatif dengan pemangku kepentingan, dan studi kasus lintas‑regional untuk menghasilkan temuan yang dapat digeneralisasikan secara luas.

  1. Indonesia’s Strategic Rationale for Championing the ASEAN Gender Mainstreaming Strategic Framework... cassr.net/jassr/index.php/jassr/article/view/154IndonesiaAos Strategic Rationale for Championing the ASEAN Gender Mainstreaming Strategic Framework cassr jassr index php jassr article view 154
  2. Assessing the Open Market Sale (OMS) as an Urban Food Safety Net in Bangladesh: Policy and Practice Gaps... doi.org/10.15575/jassr.v7i2.137Assessing the Open Market Sale OMS as an Urban Food Safety Net in Bangladesh Policy and Practice Gaps doi 10 15575 jassr v7i2 137
  3. Marriage Dissolution through Divorced Women’s Voices: New Insights from Bangladesh | Journal of... cassr.net/jassr/index.php/jassr/article/view/147Marriage Dissolution through Divorced WomenAos Voices New Insights from Bangladesh Journal of cassr jassr index php jassr article view 147
  4. Pakistani Mosque Imams Perspectives on Youth Religious Extremism on Facebook and YouTube : A Diagnostic... doi.org/10.15575/jassr.v7i2.134Pakistani Mosque Imams Perspectives on Youth Religious Extremism on Facebook and YouTube A Diagnostic doi 10 15575 jassr v7i2 134
Read online
File size532.97 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test