ARIPAFIARIPAFI

Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan KatolikJurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik

Fenomena cyberbullying dan intoleransi digital di kalangan generasi muda semakin mengkhawatirkan di era disrupsi teknologi, dan Pendidikan Agama Kristen (PAK) dituntut untuk memberikan respons pedagogis yang memadai terhadap krisis etis tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi etika tanggung jawab Emmanuel Levinas tentang the Other bagi pembentukan karakter digital peserta didik dalam PAK, serta merumuskan kerangka kerja pedagogis yang mampu mentransformasi perilaku digital peserta didik dari yang bersifat egosentris menuju pribadi yang memuliakan martabat sesama. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi pustaka melalui analisis isi tematik terhadap berbagai sumber akademis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep wajah (le visage) dan tanggung jawab asimetris Levinas memiliki relevansi mendalam bagi PAK karena secara langsung menantang logika egosentris yang mendasari perilaku destruktif di ruang digital. Kerangka kerja pedagogis PAK dirumuskan melalui tiga pilar, yaitu pedagogi perjumpaan wajah, literasi etis digital berbasis alteritas, dan spiritualitas tanggung jawab sebagai fondasi transformasi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa PAK memiliki potensi strategis untuk menjadi ruang pembentukan ketahanan moral digital yang berakar pada penghargaan terhadap imago Dei dan etika relasional yang transformatif.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa etika tanggung jawab Emmanuel Levinas tentang the Other memiliki relevansi mendesak bagi pembentukan karakter digital peserta didik dalam PAK, karena pemikiran ini secara langsung menantang logika egosentris yang menjadi akar dari perilaku cyberbullying dan intoleransi digital.Kerangka kerja pedagogis PAK yang dirumuskan melalui tiga pilar terbukti secara konseptual mampu menjembatani jurang antara ideal etis Levinas dengan kebutuhan praktis pembentukan karakter digital peserta didik, sehingga PAK berkembang menjadi ruang transformasi moral yang otentik, dialogis, dan berakar pada penghargaan terhadap martabat manusia sebagai imago Dei.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan modul pembelajaran PAK berbasis etika relasional Levinas yang dapat diimplementasikan di sekolah-sekolah Kristen, khususnya pada jenjang pendidikan menengah. Selain itu, para pendidik dan pemimpin gereja direkomendasikan untuk melihat teknologi digital sebagai arena baru untuk membentuk nilai-nilai kasih, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap sesama melalui pendekatan pedagogis yang terencana dan berkesinambungan.

  1. PENYULUHAN GENERASI MUDA KRISTEN MILENIAL YANG CERDAS MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL | JE (Journal of Empowerment).... doi.org/10.35194/je.v3i2.2583PENYULUHAN GENERASI MUDA KRISTEN MILENIAL YANG CERDAS MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL JE Journal of Empowerment doi 10 35194 je v3i2 2583
  2. Menemukan Wajah dalam Ruang Digital: Kritik Emmanuel Levinas terhadap Dehumanisasi dan Implikasinya bagi... doi.org/10.33541/shanan.v9i2.7313Menemukan Wajah dalam Ruang Digital Kritik Emmanuel Levinas terhadap Dehumanisasi dan Implikasinya bagi doi 10 33541 shanan v9i2 7313
  3. The Holy-Erotic Spirituality | Indonesian Journal of Theology. holy erotic spirituality indonesian journal... doi.org/10.46567/ijt.v9i2.194The Holy Erotic Spirituality Indonesian Journal of Theology holy erotic spirituality indonesian journal doi 10 46567 ijt v9i2 194
  4. EPIFANI WAJAH DI TENGAH KRISIS RELASI Refleksi Filosofis “Aku” Dengan “Yang Lain”... doi.org/10.69678/aggiornamento20145-57EPIFANI WAJAH DI TENGAH KRISIS RELASI Refleksi Filosofis AuAkuAy Dengan AuYang LainAy doi 10 69678 aggiornamento20145 57
Read online
File size546.32 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test