UGPUGP

MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan PerikananMAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan

Ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah ikan yang sering kali dibudidayakan dan termasuk dalam komoditas perikanan penting. Akan tetapi terdapat permasalahan pada kegiatan pembesaran ikan Nila merah diantaraannya nilai FCR (Feed Conversion Ratio) yang cukup tinggi serta kebutuhan pakan yang sangat tinggi. Sehingga kegiatan pembesaran ikan nila merah dengan aplikasi probiotik diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan probiotik dalam kegiatan pembesaran ikan nila merah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara serta partisipasi langsung dalam kegiatan. Selama kegiatan pembesaran ikan nila merah dengan penggunaan probiotik terbilang optimal dengan nilai rata rata FCR sebesar 1,13, SR 100% dan rata rata SGR sebesar 2,3%/hari. Ikan nila merah siap dipanen pada umur 3-6 bulan dan memiliki size 7-4/kg.

Penelitian menunjukkan bahwa aplikasi probiotik pada pembesaran ikan nila merah secara signifikan meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup.Ikan yang dibudidayakan dengan probiotik mencapai rata‑rata Feed Conversion Ratio (FCR) sebesar 1,13, Survival Rate (SR) 100 %, dan Specific Growth Rate (SGR) sebesar 2,3 % per hari.Hasil tersebut menegaskan bahwa probiotik merupakan faktor penting untuk meningkatkan efisiensi budidaya nila merah.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh berbagai strain probiotik serta dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan, konversi pakan, dan kesehatan ikan nila merah, sehingga dapat mengidentifikasi kombinasi paling efektif untuk produksi berkelanjutan. Selain itu, studi perbandingan antara kolam fiber bundar dengan desain kolam tradisional atau sistem akuaponik yang juga menggunakan probiotik diperlukan untuk menilai keunggulan teknis, ekonomi, dan lingkungan masing‑masing sistem dalam meningkatkan efisiensi budidaya. Selanjutnya, penelitian jangka panjang mengenai dampak penggunaan probiotik terhadap kualitas air, dinamika komunitas mikroba, dan potensi akumulasi residu di ekosistem perairan harus dilakukan untuk memastikan bahwa penerapan probiotik tidak menimbulkan konsekuensi negatif pada lingkungan sekaligus memperkuat manfaatnya bagi produksi perikanan.

Read online
File size238.05 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test