UNISBAUNISBA

Matematika: Jurnal Teori dan Terapan MatematikaMatematika: Jurnal Teori dan Terapan Matematika

Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk digunakan dalam proses produksi atau dijual kembali. Tanpa adanya persediaan, perusahaan akan dihadapi pada resiko bahwa pada suatu waktu perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan konsumen sehingga perusahaan akan kehilangan keuntungan. Masalah persediaan dipengaruhi oleh faktor permintaan yang bersifat konstan yaitu permintaan yang selalu tetap atau permintaan yang bersifat linier yaitu permintaan yang selalu meningkat terhadap waktu. Untuk itu pengusaha perlu suatu analisis persediaan agar memperoleh persediaan yang optimal dan dapat memperoleh biaya total persediaan yang optimal. Model biaya total persediaan yang optimal dipengaruhi oleh ordering cost (biaya pemesanan), holding cost (biaya penyimpanan) yang bersifat linier (semakin lama disimpan maka semakin bertambah harga simpannya), backlogging (penundaan), Shortage cost (biaya kekurangan persediaan), lost sale cost (biaya kehilangan penjualan), dan purchase cost (biaya pembelian). Dari model biaya total persediaan yang optimal dapat dicari waktu kehabisan barang yang disimbolkan t1, Waktu pemesanan kembali yang disimbolkan T dengan cara mengasumsikan T konstan dan t1 bervariasi, kemudian t1 konstan dan T bervariasi sehingga dapat diperoleh biaya total persediaan yang minimum.

Berdasarkan hasil pembahasan dan studi kasus, dapat disimpulkan bahwa model persediaan awal yang dipengaruhi oleh kerusakan barang dan permintaan yang bersifat linier memiliki bentuk tertentu.Selain itu, model shortage cost (biaya kehabisan persediaan) dan model lost sale cost (biaya kehilangan penjualan) juga memiliki bentuk matematis yang spesifik.Penelitian ini memberikan pemahaman tentang bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi optimalisasi biaya total persediaan.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi persediaan, seperti diskon kuantitas atau lead time yang tidak pasti. Selain itu, studi kasus pada berbagai jenis industri dengan karakteristik permintaan yang berbeda dapat memberikan wawasan yang lebih luas mengenai penerapan model optimasi persediaan. Terakhir, pengembangan model dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan dampak lingkungan dari kegiatan persediaan juga menjadi arah penelitian yang menarik, misalnya dengan meminimalkan limbah atau mengurangi emisi karbon dalam proses penyimpanan dan transportasi barang. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan rantai pasok di berbagai sektor industri.

  1. #curah hujan#curah hujan
  2. #filter wiener#filter wiener
Read online
File size670.17 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-3bt
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test