UNISBAUNISBA
Matematika: Jurnal Teori dan Terapan MatematikaMatematika: Jurnal Teori dan Terapan MatematikaSkripsi ini membahas tentang penerapan metode pencocokan kurva dalam menganalisis pengaruh SOI (Southern Oscillation Index) terhadap curah hujan di Indonesia. Pencocokan kurva merupakan metode untuk mengestimasi kurva atau garis yang mewakili serangkaian titik-titik data. Analisis pengaruh dilakukan untuk mencari bagaimana variabel-variabel data SOI dan variabel-variabel curah hujan berhubungan pada hubungan fungsional melalui garis yang telah di-estimasi. Dalam hal ini, terdapat dua variabel yang dijadikan sebagai studi kasus untuk dianalisis melalui metode pencocokan kurva yaitu data SOI (variabel bebas) dan curah hujan di Indonesia (variabel tidak bebas). Sehingga dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan fungsional. Jika setiap nilai X (SOI) yang diketahui dimasukkan ke dalam persamaan diatas, maka akan menghasilkan suatu persamaan garis lurus yang dijadikan sebagai taksiran curah hujan yang mewakili serangkaian data-data SOI dan curah hujan hasil observasi. Dan persamaan tersebut memiliki kekuatan hubungan sebesar 0,43 dan 18,5% curah hujan di Indonesia dapat dipengaruhi oleh SOI melalui persamaan tersebut.
Berdasarkan hasil perhitungan pada Bab IV yang dilakukan terhadap data SOI dan data curah hujan di Indonesia mulai periode Januari 1998 sampai April 2009 yang digunakan untuk menganalisis pengaruh SOI terhadap curah hujan di Indonesia melalui metode pencocokan kurva, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut.Bahwa data SOI sebagai variabel bebas (X) dan curah hujan di Indonesia sebagai variabel tidak bebas (Y) memiliki hubungan fungsional.Dilihat dari nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,185 memberikan pengertian bahwa hanya 18,5% kemampuan model taksiran atau persamaan garis lurus dalam menerangkan pengaruh SOI terhadap curah hujan di Indonesia.Secara signifikan bahwa model tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu ukuran untuk meramalkan atau memprediksi curah hujan yang akan datang berdasarkan nilai SOI yang diketahui.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji metode pencocokan kurva lainnya seperti interpolasi polinom Newton dan Lagrange untuk mendapatkan analisis yang lebih komprehensif. Selain itu, penelitian dapat diperluas dengan memasukkan variabel iklim lain seperti suhu permukaan laut dan tekanan atmosfer untuk meningkatkan akurasi prediksi curah hujan. Pengembangan model prediksi curah hujan berbasis SOI juga dapat dilakukan dengan mempertimbangkan data historis yang lebih panjang dan menggunakan teknik machine learning untuk menangkap pola-pola kompleks dalam data iklim.
| File size | 664.36 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
STMIKIBASTMIKIBA Sementara itu, pada tanggal 26 September 2022, nilai TCWV dan intensitas pembentukan awan cenderung lebih rendah, sehingga tidak ditemukan potensi hujanSementara itu, pada tanggal 26 September 2022, nilai TCWV dan intensitas pembentukan awan cenderung lebih rendah, sehingga tidak ditemukan potensi hujan
UNIKOMUNIKOM Keberadaan angkutan ini sangat penting, di saat masyarakat membutuhkan kendaraan dalam kapasitas besar yang tidak dapat terlayani oleh kendaraan pribadiKeberadaan angkutan ini sangat penting, di saat masyarakat membutuhkan kendaraan dalam kapasitas besar yang tidak dapat terlayani oleh kendaraan pribadi
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sayur di Desa Janti, Kabupaten Kediri, melalui workshop pembuatanKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sayur di Desa Janti, Kabupaten Kediri, melalui workshop pembuatan
UNIPOLUNIPOL Validasi sistem dilakukan melalui pengujian black-box dan white-box untuk memastikan kinerja aplikasi sesuai rancangan. Tujuan akhirnya adalah memberiValidasi sistem dilakukan melalui pengujian black-box dan white-box untuk memastikan kinerja aplikasi sesuai rancangan. Tujuan akhirnya adalah memberi
FTUNCENFTUNCEN Dari penelitian ini dapat disimpulkan hasil Distribusi yang dipilih untuk untuk periode ulang 2, 5, 10, 20, 50 untuk jangka waktu 10 ( sepuluh ) tahunDari penelitian ini dapat disimpulkan hasil Distribusi yang dipilih untuk untuk periode ulang 2, 5, 10, 20, 50 untuk jangka waktu 10 ( sepuluh ) tahun
UMIUMI Dari data sampel 17 tahun yang diolah, diperoleh hasil Mean Absolute Percentage Error (MAPE) untuk setiap 3 tahun dan 4 tahun senilai 11,6% dan 10,1 %.Dari data sampel 17 tahun yang diolah, diperoleh hasil Mean Absolute Percentage Error (MAPE) untuk setiap 3 tahun dan 4 tahun senilai 11,6% dan 10,1 %.
UNSIKAUNSIKA Produk pipa lengkung merupakan produk yang dibuat melalui proses roll bending. Deformasi dalam bentuk kelengkungan tersebut dihasilkan oleh gaya bendingProduk pipa lengkung merupakan produk yang dibuat melalui proses roll bending. Deformasi dalam bentuk kelengkungan tersebut dihasilkan oleh gaya bending
GAWPALUGAWPALU Sulawesi memiliki pola curah hujan yang terdiri dari pola curah hujan monsunal, ekuatorial, dan lokal sehingga menyebabkan tingkat kesulitan tersendiriSulawesi memiliki pola curah hujan yang terdiri dari pola curah hujan monsunal, ekuatorial, dan lokal sehingga menyebabkan tingkat kesulitan tersendiri
Useful /
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Selain itu, identitas merek dan strategi pemasaran mengalami peningkatan melalui promosi digital dan keteraturan pencatatan keuangan. Program ini membuktikanSelain itu, identitas merek dan strategi pemasaran mengalami peningkatan melalui promosi digital dan keteraturan pencatatan keuangan. Program ini membuktikan
OJSOJS Bahwa penyebab terjadinya gugatan perceraian rumah tangga dalam Putusan Nomor 17/Pdt. G/2021/PN. Tjk disebabkan karena sering terjadinya perselisihianBahwa penyebab terjadinya gugatan perceraian rumah tangga dalam Putusan Nomor 17/Pdt. G/2021/PN. Tjk disebabkan karena sering terjadinya perselisihian
UNSIKAUNSIKA Hasil simulasi menunjukan dari variasi kecepatan pembebanan 15, 20, dan 25 m/s pada proses Bending 1 didapatkan kecepatan pembebanan yang terbaik adalahHasil simulasi menunjukan dari variasi kecepatan pembebanan 15, 20, dan 25 m/s pada proses Bending 1 didapatkan kecepatan pembebanan yang terbaik adalah
UNSIKAUNSIKA Penyelesaian rancang bangun ini dilakukan dengan 2 tahapan yaitu perancangan konveyor sabuk dan perancangan otomasi. Perancangan konveyor sabuk pemilahPenyelesaian rancang bangun ini dilakukan dengan 2 tahapan yaitu perancangan konveyor sabuk dan perancangan otomasi. Perancangan konveyor sabuk pemilah