UNSIKAUNSIKA
BAROMETERBAROMETERKebutuhan manusia semakin lama semakin meningkat, berkembang dan bervariasi, untuk memenuhi kebutuhan tersebut industri membutuhkan suatu alat yang dapat mengontrol dan mengendalikan proses permesinan secara otomatis. Diantaranya industri yang memerlukan pengendalian kualitas secara otomatis adalah industri makanan dan minuman instan. Di Indonesia, industri minuman didominasi oleh hasil olahan minuman instan bubuk dan cair. Salah satunya minuman instan kopi, minuman kopi membutuhkan beberapa tahap pengolahan, salah satu yang terpenting adalah proses pemutuan biji kopi. Saat ini industri masih menggunakan tenaga konvensional yang memakan waktu, biaya, tenaga operator. Penentuan mutu dengan cara seperti ini mempunyai kelemahan dari sisi subyektivitas yang memungkinkan terjadinya kesalahan akibat kelelahan mata manusia terhadap contoh yang dianalisis. Untuk menanggulangi masalah tersebut perlu adanya mesin pemutuan biji kopi dengan sistem otomasi berdasarkan parameter besar dan kecilnya biji kopi. Dengan cara menghitung banyaknya biji kopi pada sampel 300 gram biji kopi. Penyelesaian rancang bangun ini dilakukan dengan 2 tahapan yaitu perancangan konveyor sabuk dan perancangan otomasi. Perancangan konveyor sabuk pemilah terdiri dari pemilihan konsep, desain rinci menggunakan aplikasi Solidwork dan proses pembuatan berdasarkan desain. Selanjutnya, perancangan otomasi menggunakan mikrokontroller Arduino Uno, sensor load cell dan sensor FC-51. Setelah peralatan sudah dipasang semua selanjutnya dilakukan pengujian didapatkan dari 300 gram biji kopi terhitung jumlah biji kopi yang bervariasi yaitu 907, 954, 976, 1007, dan 1036 biji kopi. Kemudian, ketinggian sensor yang optimal 6 cm dari permukaan belt conveyor dan kecepatan conveyor 1,52 m/menit agar pembacaan sensor FC-51 akurat.
Dari hasil perancangan alat hingga pengujian disimpulkan penelitian ini telah berhasil dibuat sebuah alat yang dapat menghitung masa dan jumlah biji kopi dengan konveyor sabuk menggunakan sensor load cell dan sensor FC-51.Akurasi penimbangan dan perhitungan biji kopi sebesar 99,8 dan 98,5%.Kemudian, kemampuan konveyor sabuk penghitung jumlah dan massa biji kopi berbasis mikrokontroler dalam menimbang masa.Sedangkan, perhitungan jumlah biji kopi memiliki stabilitas penimbangan dan perhitungan biji kopi 99,8 dan 98,8%.Hal ini memberikan data pengujian bahwa kecepatan konveyor paling optimal terletak di 1,52 m/menit dengan waktu pengujian rata-rata 62 menit untuk menimbang dan menghitung jumlah biji kopi untuk sampel 300 gram biji kopi.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan algoritma pengolahan citra untuk identifikasi jenis biji kopi secara otomatis, sehingga sistem dapat membedakan kualitas biji kopi berdasarkan karakteristik visualnya. Kedua, perlu dilakukan penelitian untuk mengintegrasikan sistem ini dengan sistem manajemen inventaris, sehingga data jumlah dan massa biji kopi yang dihasilkan dapat secara otomatis dicatat dan dianalisis untuk keperluan perencanaan produksi dan pengendalian stok. Ketiga, pengembangan sistem dapat dilanjutkan dengan menambahkan fitur analisis kualitas biji kopi secara lebih mendalam, seperti pengukuran kadar air dan tingkat cacat, sehingga sistem dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif kepada produsen kopi.
| File size | 246.79 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
UNSIKAUNSIKA Robot ini dapat dioperasikan dalam berbagai mode menggunakan remote control perangkat lunak Blynk dan teknologi GPS. Untuk deteksi dini api, dibutuhkanRobot ini dapat dioperasikan dalam berbagai mode menggunakan remote control perangkat lunak Blynk dan teknologi GPS. Untuk deteksi dini api, dibutuhkan
UNSIKAUNSIKA Dengan nilai cross validation yang bagus, maka decision tree dan random forest dapat diterapkan untuk membantu maskapai penerbangan X dalam menentukanDengan nilai cross validation yang bagus, maka decision tree dan random forest dapat diterapkan untuk membantu maskapai penerbangan X dalam menentukan
UNSIKAUNSIKA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek adopsi teknologi terhadap tingkat kepuasan belajar dan efektivitasnya dalam mendukung implementasi greenPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek adopsi teknologi terhadap tingkat kepuasan belajar dan efektivitasnya dalam mendukung implementasi green
UNSIKAUNSIKA Efisiensi tertinggi mencapai 100 % ditemukan pada TSS dan ammonia pada bulan Mei, sedangkan untuk BOD dan COD sebesar 91,60% dan 91,70% pada bulan Juni.Efisiensi tertinggi mencapai 100 % ditemukan pada TSS dan ammonia pada bulan Mei, sedangkan untuk BOD dan COD sebesar 91,60% dan 91,70% pada bulan Juni.
UNSIKAUNSIKA Tahapan yang dilakukan adalah setting skala, penentuan batas area surface defect, dan pengukuran luasan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa aplikasiTahapan yang dilakukan adalah setting skala, penentuan batas area surface defect, dan pengukuran luasan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa aplikasi
UNSIKAUNSIKA Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai citra/promosi memiliki pengaruh tertinggi terhadap preferensi konsumen dalam memilih operator, sedangkan distribusiHasil penelitian menunjukkan bahwa nilai citra/promosi memiliki pengaruh tertinggi terhadap preferensi konsumen dalam memilih operator, sedangkan distribusi
UNSIKAUNSIKA Sementara selama pengujian dengan metode drive test hanya mendapatkan sinyal dari 1 eNodeB dengan ID 988 dan terdapat sebanyak 882 buah sample/titik denganSementara selama pengujian dengan metode drive test hanya mendapatkan sinyal dari 1 eNodeB dengan ID 988 dan terdapat sebanyak 882 buah sample/titik dengan
UNSIKAUNSIKA Hasil yang didapat berbeda-beda sebab ada beberapa faktor yang mempengaruhi kandungan kadar etanol tersebut seperti waktu fermentasi, penambahan starter,Hasil yang didapat berbeda-beda sebab ada beberapa faktor yang mempengaruhi kandungan kadar etanol tersebut seperti waktu fermentasi, penambahan starter,
Useful /
FKPTFKPT Setelah melalui proses evaluasi menyeluruh menggunakan metode ARAS dan TOPSIS, VIM 1 terpilih sebagai bibit kelapa sawit unggul terbaik dari 10 alternatifSetelah melalui proses evaluasi menyeluruh menggunakan metode ARAS dan TOPSIS, VIM 1 terpilih sebagai bibit kelapa sawit unggul terbaik dari 10 alternatif
UNSIKAUNSIKA Tahap ketiga validasi rancangan untuk mengetahui coefficient performance (Cp), daya, dan torsi masing-masing bilah. Hasil perancangan bilah jenis taperlessTahap ketiga validasi rancangan untuk mengetahui coefficient performance (Cp), daya, dan torsi masing-masing bilah. Hasil perancangan bilah jenis taperless
UNSIKAUNSIKA Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi dengan tahapan studi literatur, studi lapangan, pembuatan desain, simulasi dan kesimpulan. Hasil simulasiMetode penelitian yang digunakan adalah simulasi dengan tahapan studi literatur, studi lapangan, pembuatan desain, simulasi dan kesimpulan. Hasil simulasi
UNSIKAUNSIKA Pada penelitian ini, pengendalian persediaan suku cadang akan menggunakan metode ABC, yang mana akan membagi suku cadang yang ada kedalam 3 kelompok berdasarkanPada penelitian ini, pengendalian persediaan suku cadang akan menggunakan metode ABC, yang mana akan membagi suku cadang yang ada kedalam 3 kelompok berdasarkan