POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA

Caring : Jurnal KeperawatanCaring : Jurnal Keperawatan

Banyak faktor yang menyebabkan stunting, salah satunya adalah anemia. Ibu hamil yang mengalami anemia mengalami penurunan suplai oksigen ke sel-sel tubuh dan otak. Secara umum, anemia pada ibu hamil disebabkan oleh kurangnya nutrisi, kekurangan zat besi dalam makanan yang dikonsumsi, penyerapan yang buruk, serta penyakit kronis seperti tuberkulosis, penyakit paru, cacingan, dan malaria. Indeks massa tubuh ibu hamil juga menjadi penyebab stunting. Ibu yang pendek (tinggi badan <150 cm) dan kurus (indeks massa tubuh <18,5 kg/m²) memiliki risiko lebih besar melahirkan bayi stunting dibandingkan ibu dengan status gizi baik. Selain masalah makronutrien, kekurangan mikronutrien pada ibu hamil perlu mendapat perhatian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara anemia dan indeks massa tubuh ibu hamil terhadap kejadian stunting pada anak melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah literature review dengan 15 jurnal, terdiri dari 10 jurnal internasional dan 5 jurnal nasional. Hasil analisis literature review menunjukkan adanya korelasi antara anemia dan indeks massa tubuh ibu hamil dengan kejadian stunting. Kondisi anemia pada ibu selama kehamilan akan memengaruhi metabolisme janin secara tidak optimal karena terjadi kekurangan kadar hemoglobin untuk mengikat oksigen, sehingga kecukupan asupan nutrisi selama di dalam kandungan rendah dan berdampak pada pertumbuhan janin, yang mengakibatkan berat badan dan panjang lahir rendah. Terdapat hubungan antara anemia dan indeks massa tubuh ibu hamil terhadap kejadian stunting.

Literature review ini menemukan bahwa anemia dan indeks masa tubuh ibu hamil memiliki hubungan terhadap kejadian stunting pada anak berdasarkan analisis dari 15 jurnal.Kondisi anemia dan indeks massa tubuh yang kurang selama kehamilan memengaruhi pertumbuhan janin dan dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, yang merupakan faktor risiko stunting.Pengendalian penambahan berat badan selama kehamilan penting untuk mencegah kelahiran prematur atau bayi dengan berat badan rendah yang berpotensi mengalami stunting.

Pertama, perlu diteliti dampak intervensi gizi berbasis komunitas bagi remaja putri sebelum masa reproduksi terhadap status anemia dan indeks massa tubuh saat hamil, untuk melihat bagaimana pencegahan dini dapat memutus rantai stunting sejak pra-kehamilan. Kedua, diperlukan penelitian mengenai efektivitas kombinasi suplementasi zat besi dan konseling gizi personalisasi selama kehamilan terhadap pertumbuhan linear anak hingga usia dua tahun, untuk mengevaluasi pendekatan holistik dalam mengatasi faktor risiko ganda. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi hubungan antara pola makan ibu selama kehamilan (termasuk keragaman pangan dan asupan mikronutrien spesifik) dengan perkembangan kognitif dan fisik anak usia 6–24 bulan di daerah berisiko tinggi stunting, agar dapat dikembangkan rekomendasi gizi yang lebih spesifik dan berbasis lokal. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan review dengan bukti intervensi yang lebih mendalam dan kontekstual, serta mendukung perancangan program pencegahan stunting yang lebih efektif dan berkelanjutan sejak 1000 hari pertama kehidupan.

  1. HUBUNGAN ANTARA ANEMIA DAN INDEKS MASA TUBUH IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK: LITERATURE... e-journal.poltekkesjogja.ac.id/index.php/caring/article/view/1870HUBUNGAN ANTARA ANEMIA DAN INDEKS MASA TUBUH IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK LITERATURE e journal poltekkesjogja ac index php caring article view 1870
Read online
File size179.52 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test