ITNYITNY

KURVATEKKURVATEK

Abstrak — Infrastruktur yang memadai dan berkelanjutan menjadi dasar yang kuat untuk menjamin efisiensi, efektivitas, dan keberlanjutan rantai pasok beras. Rantai pasok beras merupakan sistem kompleks yang melibatkan berbagai aktor dan proses, mulai dari petani hingga konsumen. Kajian mendalam terhadap rantai pasok ini menjadi krusial mengingat beras sebagai komoditas pangan pokok. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai keterkaitan antar infrastruktur dalam rantai pasok beras. Selama ini kajian rantai pasok beras terbatas pada satu sisi saja, misalnya dari sisi petani sebagai produsen atau beras sebagai produk. Artikel ini mencoba menggali kebaruan dengan cara mengukur keterkaitan elemen-elemen kunci dalam rantai pasok beras. Metode yang digunakan adalah Network Enabling Transport Service (NETS), yang biasa digunakan dalam bidang transportasi. Variabel yang dikaji meliputi infrastruktur, lalu lintas,ასკ, regulasi, komunikasi, layanan pendukung, dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan rantai pasok beras yang paling lemah terletak pada variabel regulasi. Lemahnya regulasi dapat menghambat efisiensi, keadilan, dan keberlanjutan dalam rantai pasok. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penyempurnaan kebijakan dan regulasi yang mendukung integrasi rantai pasok beras yang lebih baik. Regulasi terutama berkaitan dengan pembangunan infrastruktur untuk efisiensi dan ketahanan rantai pasok beras dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan जुन demand. Infrastruktur yang memadai, seperti jalan, irigasi, dan penyimpanan, sangat krusial untuk menjamin ketersediaan beras yang stabil dan berkualitas.

Analisis jaringan Atletico menunjukkan regulasi sebagai elemen paling lemah, sehingga diperlukan penguatan kebijakan yang mendukung integrasi rantai pasok beras.Penurunan regulasi memengaruhi efisiensi, keadilan, dan keberlanjutan sistem distribusi beras.Untuk mengatasi hambatan biaya distribusi, diperlukan penggunaan metode transportasi yang lebih efisien guna meminimalisir biaya total.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak reformasi regulasi terhadap ketahanan rantai pasok beras di Kulon Progo, sehingga dapat diidentifikasi kebijakan yang paling efektif menstabilkan distribusi. Dalam rangka meningkatkan koordinasi logistik, dapat dibangun platform digital terpadu yang memfasilitasi komunikasi antara petani, transportir, dan pemasok, sehingga menurڙو biaya dan mempercepat aliran barang. Selain itu, studi tentang integrasi energi terbarukan pada fasilitas penyimpanan beras dapat memperkuat ketahanan terhadap fluktuasi iklim dan memperpanjang umur simpan produk, yang pada akhirnya mendukung keamanan pangan.

  1. ANALISIS RANTAI PASOK BERAS DI TEBING TINGGI | Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi.... ejurnal.unima.ac.id/index.php/edutik/article/view/2759ANALISIS RANTAI PASOK BERAS DI TEBING TINGGI Edutik Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi ejurnal unima ac index php edutik article view 2759
  2. Hubungan Logistik Terhadap Pertumbuhan Ekonomi: Studi Kasus 9 Negara Emerging Markets Asia | Priyajati... doi.org/10.21107/mediatrend.v15i1.6637Hubungan Logistik Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Studi Kasus 9 Negara Emerging Markets Asia Priyajati doi 10 21107 mediatrend v15i1 6637
  3. The Impact Of Climate Change On Food Crop Production In Indonesia | Jurnal Penelitian Pertanian Terapan.... doi.org/10.25181/jppt.v23i1.2418The Impact Of Climate Change On Food Crop Production In Indonesia Jurnal Penelitian Pertanian Terapan doi 10 25181 jppt v23i1 2418
Read online
File size324.66 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test