UIGMUIGM

Global Expert: Jurnal Bahasa dan SastraGlobal Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra

Penelitian ini meneliti catatan bunuh diri Indonesia yang dianalisis dengan pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik (SFL) untuk memahami bagaimana pengalaman akhir disajikan secara linguistik. Dengan menggunakan korpus 11 catatan bunuh diri Indonesia (terdiri dari 130 klausa) yang dikumpulkan dari arsip berita digital antara 2023 dan 2025, penelitian ini menganalisis fungsi bahasa secara ideasional, interpersonal, dan tekstual. Hasil menunjukkan bahwa proses Relasional (38,3 %) dan Proses Mental (20,0 %) mendominasi teks, menekankan perasaan internal dan definisi diri, bukan tindakan eksternal. Sebaliknya, Proses Materi menjadi 25,0 % data dan berfungsi sebagai instruksi tugas praktis tergantung pada penerima. Secara interpersonal, catatan mengandalkan kombinasi pernyataan deklaratif (74,6 %) dan perintah imperatif (19,2 %) guna menyalurkan tugas emosional dan praktis kepada terselamat. Tekstual, penggunaan berat pronomina orang pertama sebagai Topik Tema pemula klausa (74,8 %) menempatkan penulis di pusat narasi, memaksa pembaca melihat tragedi sepenuhnya dari sudut pandang mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa catatan tersebut berfungsi sebagai instrumen makna kompleks, bukan sekadar ledakan emosional. Akhirnya, laporan ini menggambarkan kontribusi praktisnya bagi linguistik forensik untuk verifikasi teks dan konseling psikologi dalam mendeteksi tanda peringatan bahasa risiko penderitaan mental yang mendalam.

Penelitian ini menunjukkan bahwa catatan bunuh diri Indonesia, yang terdiri dari 11 catatan dengan 130 klausa, beroperasi sebagai instrumen semiotik kompleks bukan sekadar ekspresi emosional.Dari analisis SFL, proses Relasional dan Mental mendominasi, menekankan identitas diri dan perasaan internal, sementara proses Materi dan perintah Imperatif memfokuskan pada tugas praktis dan penyaluran kewajiban kepada terselamat.Temuan ini memberi kontribusi praktis bagi linguistik forensik dalam verifikasi teks dan konseling psikologi dalam mendeteksi tanda peringatan bahasa gejala stres mental mendalam.

Penelitian ini menyoroti keterbatasan jumlah sampel dan keanekaragaman dialek հանձն. Sebagai langkah selanjutnya, perlu dikembangkan korpus yang lebih luas yang mencakup catatan bunuh diri dari berbagai wilayah Indonesia dan periode waktu yang lebih panjang guna meningkatkan validitas temuan. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh code-switching dan perbedaan dialek pada pola transisi dan mood, sehingga dapat diidentifikasi ciri khas budaya yang mempengaruhi produksi catatan. Terakhir, integrasi analisis SFL dengan model pembelajaran mesin dapat menyediakan alat diagnostik otomatis, mempermudah deteksi dini catatan bunuh diri palsu dan memfasilitasi intervensi psikologis.

  1. APA PsycNet. psycnet loading psycnet.apa.org/doi/10.1037/aap0000234APA PsycNet psycnet loading psycnet apa doi 10 1037 aap0000234
  2. A Linguistic Investigation of Mental Health Discourse on Instagram: A Transitivity Approach | Forum for... journals.bilpubgroup.com/index.php/fls/article/view/9033A Linguistic Investigation of Mental Health Discourse on Instagram A Transitivity Approach Forum for journals bilpubgroup index php fls article view 9033
Read online
File size648.81 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test