UMTUMT

JMB : Jurnal Manajemen dan BisnisJMB : Jurnal Manajemen dan Bisnis

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pengungkapan sukarela manajemen risiko serta implikasinya terhadap nilai perusahaan. Variabel independen yang digunakan meliputi diversifikasi produk, diversifikasi geografis, tipe industri, dan ukuran perusahaan, sedangkan variabel intervening adalah pengungkapan sukarela manajemen risiko; variabel dependen adalah nilai perusahaan yang diukur dengan Tobins Q. Penelitian menggunakan sampel perusahaan non‑keuangan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017 sebanyak 418 perusahaan dengan metode purposive sampling, dan analisis hipotesis dilakukan menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat diversifikasi produk, diversifikasi geografis, tipe industri, dan ukuran perusahaan, maka tingkat pengungkapan sukarela manajemen risiko semakin tinggi. Pengungkapan sukarela manajemen risiko berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, sehingga semakin luas pengungkapan risiko, nilai perusahaan cenderung meningkat, sebaliknya pengungkapan yang lebih rendah menurunkan nilai perusahaan.

Penelitian ini menemukan bahwa diversifikasi produk, diversifikasi geografis, jenis industri, dan ukuran perusahaan masing‑masing berpengaruh positif terhadap pengungkapan sukarela manajemen risiko pada perusahaan non‑keuangan yang tercatat di BEI tahun 2017.Selain itu, pengungkapan sukarela manajemen risiko secara keseluruhan memiliki dampak positif terhadap nilai perusahaan.Dengan demikian, faktor‑faktor struktural perusahaan dapat meningkatkan tingkat pengungkapan risiko yang pada gilirannya meningkatkan nilai perusahaan.

Penelitian lanjutan dapat menguji apakah hubungan antara diversifikasi produk, diversifikasi geografis, tipe industri, dan ukuran perusahaan dengan pengungkapan sukarela manajemen risiko tetap konsisten bila data diambil selama beberapa tahun berturut‑turut, sehingga dapat mengidentifikasi dinamika temporal pengaruh faktor‑faktor tersebut. Selanjutnya, studi komparatif antara pengungkapan sukarela dan pengungkapan wajib manajemen risiko pada perusahaan non‑keuangan di Indonesia dapat menilai perbedaan dampak masing‑masing terhadap nilai perusahaan serta mengungkap apakah regulasi formal meningkatkan transparansi lebih efektif dibandingkan inisiatif sukarela. Selain itu, penelitian yang memasukkan variabel tata kelola perusahaan, seperti kualitas dewan komisaris, independensi auditor, dan kebijakan corporate governance, dapat memperluas pemahaman mengenai peran mekanisme pengendalian internal dalam memperkuat hubungan antara pengungkapan risiko dan nilai perusahaan. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif bagi akademisi dan praktisi mengenai faktor‑faktor yang mempengaruhi pengungkapan risiko serta implikasinya terhadap kinerja perusahaan.

Read online
File size387.02 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test