EBIZMARKEBIZMARK

Journal of Social Innovation and EmpowermentJournal of Social Innovation and Empowerment

Perkembangan media sosial pada era 5.0 memberikan dampak signifikan terhadap transformasi sosial dan pembentukan identitas diri remaja. Era ini ditandai dengan integrasi yang mendalam antara dunia digital dan kehidupan sehari-hari, sehingga media sosial menjadi instrumen utama dalam pembentukan identitas serta interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peningkatan keterlibatan remaja dalam media sosial memengaruhi transformasi sosial dan identitas diri mereka. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka terhadap berbagai artikel dan studi terkini yang berkaitan dengan dampak media sosial terhadap transformasi sosial dan identitas diri remaja. Desain penelitian yang dipakai berupa tinjauan literatur dengan kata kunci “Self-Identity, Adolescents, Social Media, dan Social Transformation, kriteria inklusi publikasi tahun 2004‑2023, serta artikel yang dapat diakses. Sebanyak 12 artikel diperoleh dalam studi ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang kompleks dan dinamis, baik bersifat positif maupun negatif. Di satu sisi, media sosial memfasilitasi komunikasi global, memperluas jaringan sosial, dan membuka akses ke berbagai informasi serta perspektif. Namun, di sisi lain, media sosial berpotensi menimbulkan tekanan sosial, kecemasan, dan krisis identitas, terutama pada tahap penemuan diri yang khas pada masa remaja.

Literatur review menunjukkan bahwa perkembangan media sosial di era 5.0 memberikan dampak yang kompleks dan signifikan terhadap perubahan sosial serta pembentukan identitas remaja, sekaligus menyediakan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan diri dan berinteraksi secara global.Penggunaan media sosial yang bijak dapat mendukung pembentukan identitas yang lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan, namun diperlukan dukungan dari pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan untuk memastikan penggunaan yang sehat.Intervensi dan strategi edukasi yang tepat dapat membantu remaja memperkuat identitas mereka dan meningkatkan kemampuan beradaptasi dalam masyarakat digital.

Penelitian lanjutan dapat melakukan studi longitudinal untuk mengidentifikasi bagaimana frekuensi dan jenis penggunaan media sosial memengaruhi perkembangan identitas serta kesehatan mental remaja di Indonesia, dengan menelusuri perubahan selama beberapa tahun. Selanjutnya, diperlukan penelitian komparatif yang membandingkan platform media sosial utama seperti TikTok, Instagram, dan Facebook dalam hal strategi self‑presentation dan dampaknya terhadap koherensi identitas pengguna remaja, sehingga dapat mengungkap perbedaan pengaruh platform. Terakhir, penting untuk merancang dan menguji program intervensi literasi digital yang menekankan ketahanan identitas, dimana efektivitasnya diukur melalui peningkatan kemampuan remaja dalam mengelola tekanan sosial online dan memperkuat rasa diri dalam konteks digital.

Read online
File size212.17 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test