UMTUMT

JMB : Jurnal Manajemen dan BisnisJMB : Jurnal Manajemen dan Bisnis

Kinerja yang ada pada sebuah perusahaan akan menjadi nilai utama dalam menilai perusahaan. Dalam hal kepemimpinan dan konflik kerja dapat mempengaruhi bagaimana kinerja yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui PT Vidiaelok Lestari Garmindo. Sampel penelitian ini adalah 50 responden dengan menggunakan sampel jenuh. Metode yang digunakan adalah metode kuantitaif. Pengumpulan data primer diperoleh dari penyebaran kuesioner dan data sekunder diperoleh dari perusahaan. Teknik analisis menggunakan software SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan Bagian Sampel (Y). Hal ini ditunjukkan dengan thitung > ttabel yakni 6,706 > 1,671, dan Konflik Kerja (X2) berkontribusi secara positif terhadap Kinerja Karyawan Bagian Sampel (Y). Hal ini ditunjukkan dengan thitung > ttabel yakni 5,263 > 1,671. Dan secara simultan variabel Gaya Kepemimpinan (X1) dan Konflik Kerja (X2) berkontribusi secara positif terhadap Kinerja Karyawan Bagian Sampel (Y) yakni Fhitung > Ftabel sebesar 33,85 > 3,16. Dengan nilai persamaan regresi berganda Y = 53,702 0,445 X1 0,339 X2 dengan koefisien determinasi sebesar 54,1% yang sisanya dipengaruhi oleh faktor yang tidak diteliti.

Berdasarkan hasil nilai uji t pada variabel Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan Bagian Sampel memberikan hasil thitung sebesar 8,476 lebih besar dibandingkan dari nilai ttabel yang menggunakan tingkat signifikan sebesar  = 5% atau 0,05 diperoleh ttabel sebesar 1,6772 jadi thitung > ttabel (8,476 > 1,6772).Maka hipotesis (Ha) diterima dan (Ho) ditolak.Membuktikan bahwa Gaya Kepemimpinan memiliki kontribusi yang positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan Bagian Sampel PT Vidiaelok Lestari Garmindo.Dengan memperlakukan karyawan dengan baik dan selalu memberikan perintah dengan jelas akan membuat kinerja karyawan menjadi lebih baik lagi.Berdasarkan hasil nilai uji t pada variabel Konflik Kerja terhadap Kinerja Karyawan Bagian Sampel memberikan hasil thitung sebesar 8,956 lebih besar dibandingkan dari nilai ttabel yang menggunakan tingkat signifikan sebesar  = 5% atau 0,05 diperoleh ttabel sebesar 1,6772 jadi thitung > ttabel (8,956 > 1,6772).Maka hipotesis (Ha) diterima dan (Ho) ditolak.Membuktikan bahwa Konflik Kerja memiliki kontribusi yang positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan Bagian Sampel PT Vidiaelok Lestari Garmindo.Adanya kerjasama yang baik dengan komunikasi yang baik antara divisi, dapat meminimaliskan konflik yang sering terjadi dalam pekerjaan.Sehingga kinerja yang terciptakan akan menjadi lebih baik lagi.Berdasarkan hasil nilai uji F pada variabel Gaya Kepemimpinan dan Konflik Kerja terhadap Kinerja Karyawan Bagian Sampel memberikan hasil Fhitung sebesar 65,633 lebih besar dibandingkan dari nilai Ftabel yang menggunakan tingkat signifikan sebesar  = 5% atau 0,05 diperoleh Ftabel sebesar 3,20 jadi Fhitung > Ftabel (65,633 > 3,20).Maka hipotesis (Ha) diterima dan (Ho) ditolak.Membuktikan bahwa Gaya Kepemimpinan dan Konflik Kerja secara simultan memiliki kontribusi yang positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan Bagian Sampel PT Vidiaelok Lestari Garmindo.Adanya seorang pimpinan yang mau ikut turut serta dalam menyelesaikan konflik dalam pekerjaan yang ada akan membuat kinerja menjadi lebih baik.Karena karyawan akan merasa mereka tidak akan salah dalam bertindak, dengan adanya turut sertanya pimpinan dalam menyelesaikan konflik.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada dampak gaya kepemimpinan yang berbeda terhadap kinerja karyawan. Apakah gaya kepemimpinan yang lebih partisipatif atau inovatif dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik? Studi ini dapat membantu organisasi dalam memilih gaya kepemimpinan yang paling efektif untuk meningkatkan kinerja karyawan.. . Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi konflik kerja dan kinerja karyawan. Misalnya, bagaimana budaya organisasi dan komunikasi antar departemen mempengaruhi konflik kerja? Apakah ada hubungan antara konflik kerja yang efektif dan kinerja yang lebih tinggi? Studi ini dapat memberikan wawasan tentang cara-cara untuk mengelola konflik kerja secara konstruktif dan meningkatkan kinerja karyawan.. . Terakhir, penelitian lanjutan dapat menyelidiki peran kepemimpinan dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan meningkatkan motivasi karyawan. Bagaimana pemimpin dapat menciptakan budaya kerja yang mendukung dan mendorong karyawan untuk memberikan kontribusi terbaik mereka? Studi ini dapat membantu organisasi dalam mengembangkan strategi kepemimpinan yang efektif untuk meningkatkan kinerja karyawan secara keseluruhan.

Read online
File size470.55 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test