FEB UMIFEB UMI

Paradoks : Jurnal Ilmu EkonomiParadoks : Jurnal Ilmu Ekonomi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh likuiditas, debt to asset ratio, struktur kepemilikan, aktivitas operasi, dan ukuran perusahaan terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024 dalam perspektif penguatan financial resilience dan good corporate government. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria perusahaan yang terdaftar secara konsisten dan memiliki data lengkap selama periode penelitian. Financial distress diukur menggunakan metode Altman Z-Score, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program statistik. Pengujian meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji F, koefisien determinasi (R²), dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas, debt to asset ratio, struktur kepemilikan, aktivitas operasi, dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Likuiditas, aktivitas operasi, dan ukuran perusahaan berkontribusi dalam memperkuat ketahanan keuangan perusahaan, sedangkan debt to asset ratio yang tinggi meningkatkan risiko financial distress. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan keuangan dan tata kelola perusahaan dalam menjaga stabilitas finansial perusahaan manufaktur.

Berdasarkan hasil penelitian pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024, dapat disimpulkan bahwa likuiditas, debt to asset ratio, struktur kepemilikan, aktivitas operasi, dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap financial distress.Likuiditas dan aktivitas operasi yang tinggi mampu memperkuat kesehatan keuangan perusahaan dan mengurangi risiko kesulitan finansial, sedangkan peningkatan debt to asset ratio cenderung memperbesar risiko financial distress akibat tingginya ketergantungan terhadap utang.Struktur kepemilikan juga memengaruhi kondisi kesehatan keuangan perusahaan melalui mekanisme pengawasan dan tata kelola, sementara ukuran perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan dengan aset yang lebih besar cenderung memiliki ketahanan finansial yang lebih baik.

Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana komponen Good Corporate Governance, seperti independensi dewan, transparansi pelaporan, dan kebijakan remunerasi, memoderasi pengaruh debt to asset ratio terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur Indonesia. Selain itu, perlu dilakukan analisis longitudinal dengan memperpanjang periode studi hingga 2015‑2025 dan memperluas cakupan sektor termasuk jasa dan pertanian, untuk menilai interaksi antara variabel makroekonomi (inflasi, nilai tukar, suku bunga) dan rasio keuangan terhadap risiko distress. Selanjutnya, pemanfaatan teknik pembelajaran mesin seperti random forest atau gradient boosting dapat diterapkan untuk membangun model prediksi financial distress yang mengintegrasikan data non‑keuangan seperti tingkat digitalisasi, skor ESG, dan sentimen pasar saham. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi financial distress serta menawarkan kerangka kebijakan yang lebih adaptif bagi regulator dan manajer perusahaan. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif tradisional, variabel makroekonomi, dan algoritma kecerdasan buatan, studi selanjutnya dapat meningkatkan akurasi prediksi dan membantu perusahaan mengidentifikasi tanda‑tanda awal distress secara lebih dini.

Read online
File size314.59 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test