GEMACENDEKIAGEMACENDEKIA

Global Journal of Social LearningGlobal Journal of Social Learning

Fenomena ketidakseimbangan dalam pemilihan jalur Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Sosial (IPS) pada tingkat SMA tetap menjadi isu relevan dalam konteks pendidikan Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi perspektif guru terhadap kecenderungan dominan siswa memilih jalur IPA di SMAN 1 Mataram serta dampaknya terhadap guru dan dinamika sosial siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan beberapa guru dari latar belakang mata pelajaran yang beragam. Temuan menunjukkan bahwa proses seleksi jalur dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan prestasi akademik, hasil tes psikologis, serta minat dan bakat siswa, namun pilihan siswa tetap didominasi oleh jalur IPA karena pertimbangan rasional terkait prospek masa depan. Ketidakseimbangan ini memengaruhi distribusi beban kerja guru dan menciptakan karakteristik sosial yang berbeda antara jalur, meskipun tidak menimbulkan konflik terbuka. Hasil ini menekankan pentingnya sosialiasi jalur yang lebih adil dan peran kritis guru dalam memberikan bimbingan personalisasi kepada siswa, serta merekomendasikan penguatan kebijakan internal sekolah untuk mengelola ketidakseimbangan dan mendorong penelitian lanjutan mengenai perspektif siswa serta variabel sosi‑kultural lain yang memengaruhi pemilihan jalur.

Berdasarkan temuan, guru di SMAN 1 Mataram menilai proses pemilihan jurusan siswa bersifat objektif dan holistik, namun terdapat kecenderungan kuat siswa memilih jurusan IPA karena pertimbangan rasional terkait prospek pendidikan dan pekerjaan.Ketidakseimbangan jumlah siswa antara jurusan IPA dan IPS berdampak pada beban kerja guru serta menimbulkan pola karakter yang berbeda, meskipun tidak menimbulkan konflik sosial yang signifikan.Implikasi utama meliputi perlunya kebijakan sekolah yang menyeimbangkan narasi jurusan, peningkatan fasilitas IPS, dan peran guru dalam memberikan bimbingan berbasis minat serta memfasilitasi kegiatan lintas jurusan untuk memperkuat integrasi sosial.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki secara mendalam persepsi siswa SMAN 1 Mataram mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pilihan jurusan, dengan menguji pertanyaan: bagaimana sikap, pengetahuan, dan harapan siswa terhadap jurusan IPA dan IPS terbentuk dalam konteks sosial dan ekonomi keluarga? Selanjutnya, studi komparatif dapat mengevaluasi efektivitas kebijakan internal sekolah yang telah diterapkan untuk menyeimbangkan beban kerja guru dan distribusi sumber daya, dengan meneliti apakah penyesuaian penugasan mengurangi disparitas beban kerja antara guru IPA dan IPS serta meningkatkan kepuasan kerja. Ketiga, penelitian kualitatif longitudinal dapat mengeksplorasi peran budaya lokal dan nilai-nilai komunitas dalam membentuk preferensi jurusan, khususnya mengidentifikasi apakah intervensi sosialisasi lintas jurusan yang melibatkan orang tua, guru, dan siswa dapat mengubah stereotip tradisional dan meningkatkan minat terhadap jurusan IPS selama periode tiga tahun ke depan.

  1. An Exploration of Teachers' Perspectives on the Imbalance in Science and Social Studies Track Selection... ejournal.gemacendekia.org/index.php/gjsl/article/view/177An Exploration of Teachers Perspectives on the Imbalance in Science and Social Studies Track Selection ejournal gemacendekia index php gjsl article view 177
  2. Identifikasi Faktor yang Mempengaruhi Siswa dalam Proses Pemilihan Jurusan Pendidikan Lanjutan (Studi... jurnal.iicet.org/index.php/jppi/article/view/198Identifikasi Faktor yang Mempengaruhi Siswa dalam Proses Pemilihan Jurusan Pendidikan Lanjutan Studi jurnal iicet index php jppi article view 198
Read online
File size451.61 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

Useful /

ads-block-test