STFXAMBONSTFXAMBON

Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius AmbonFides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Meskipun masalah hubungan antara iman dan akal telah menjadi topik klasik dalam sejarah diskusi antara filsafat dan teologi, urgensi untuk terus mendiskusikan topik ini tetap ada. Artikel ini membahas topik tersebut berdasarkan Surat Ensiklik Fides et Ratio dari Yohanes Paulus II dengan argumen bahwa, meskipun urgensi Surat tersebut lebih bersifat pastoral untuk membangun hubungan yang tepat antara keduanya dalam pelayanan Gereja, penelitian ini menemukan bahwa, dari perspektif filosofis, Surat tersebut menyiratkan beberapa sudut pandang epistemologis. Ide-ide tersebut adalah status keduanya sebagai kapasitas dasar setiap manusia dalam mencari kebenaran (dan kepastian) untuk hidup, status kebenaran, kepastian, dan kelengkapan keberadaan manusia sebagai orientasi utama dari operasi epistemologis kedua kapasitas tersebut, status pengalaman sehari-hari sebagai dasar atau fondasi untuk berpikir, dan beberapa tantangan dan kebajikan epistemologis yang harus (atau mungkin) dipertimbangkan dan dijalani.

Artikel ini menggarisbawahi pentingnya iman dan akal sebagai sumber epistemologis yang tak terpisahkan dalam pencarian kebenaran dan makna hidup.Kedua kapasitas ini, meskipun berbeda dalam metode dan jangkauannya, saling melengkapi dalam upaya manusia untuk memahami realitas dan mencapai kepenuhan eksistensi.Dengan mengakui otonomi dan keterkaitan keduanya, serta mengembangkan kebiasaan berpikir kritis dan terbuka, manusia dapat memperdalam pemahaman mereka tentang diri sendiri dan dunia di sekitar mereka.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana dialog antara iman dan akal dapat diterapkan dalam konteks pendidikan, khususnya dalam pengembangan kurikulum yang mempromosikan pemikiran kritis dan spiritualitas yang terintegrasi. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana berbagai tradisi agama dan filosofis mendekati hubungan antara iman dan akal, serta implikasinya terhadap pemahaman tentang kebenaran dan makna hidup. Terakhir, penelitian empiris dapat dilakukan untuk menginvestigasi bagaimana keyakinan agama dan nilai-nilai moral memengaruhi pengambilan keputusan dan perilaku manusia dalam berbagai aspek kehidupan, seperti politik, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang peran iman dan akal dalam membentuk identitas, nilai-nilai, dan tindakan manusia, serta berkontribusi pada dialog yang lebih konstruktif antara berbagai perspektif dan tradisi.

Read online
File size1.27 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test