STAIALBAHJAHSTAIALBAHJAH

AB-JOIEC: Al-Bahjah Journal of Islamic EconomicsAB-JOIEC: Al-Bahjah Journal of Islamic Economics

Kelembagaan ekonomi Islam memiliki peran krusial dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, terutama di negara dengan populasi Muslim besar seperti Indonesia. Penelitian ini penting karena memberikan analisis komparatif antara Brunei Darussalam, yang memiliki kelembagaan kuat dengan regulasi terintegrasi, dan Prancis, yang menghadapi hambatan sekuler, sehingga menawarkan pembelajaran strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi Islam di Indonesia. Signifikansi penelitian ini terletak pada kontribusi akademis dalam memperkaya literatur kelembagaan ekonomi Islam dengan perspektif komparatif, serta praktis bagi pembuat kebijakan, pelaku industri, dan UMKM untuk mendorong inovasi, transparansi, dan keberlanjutan ekonomi syariah dalam konteks global.

Penelitian ini menemukan bahwa Brunei Darussalam, sebagai negara monarki absolut dengan ekonomi bergantung pada hidrokarbon, menunjukkan perkembangan kelembagaan ekonomi Islam yang kuat melalui penguatan pasar modal syariah, integrasi regulasi nasional dengan standar internasional, dan integrasi lembaga perbankan syariah seperti Bank Islam of Brunei Darussalam (BIBD), yang mendukung inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.Sementara itu, Prancis, sebagai negara sekuler dengan ekonomi campuran yang maju, menghadapi keterbatasan pengembangan dalam kelembagaan ekonomi Islam karena hambatan konstitusional dan regulasi yang membatasi tata kelola syariah, meskipun memiliki komunitas Muslim yang signifikan.Tantangan utama di Brunei meliputi kurangnya edukasi syariah dan keterbatasan risiko UKM, sementara di Prancis adalah minimnya dukungan politik dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).Refleksi perbandingan kelembagaan dari kedua negara menunjukkan bahwa Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar, dapat belajar dari Brunei dalam integrasi regulasi dan inovasi digital, serta dapat belajar dari Prancis dalam harmonisasi regulasi yang bersifat sekuler, dengan tujuan memperkuat ekosistem ekonomi Islam yang mendukung UMKM dan pembangunan berkelanjutan.

Untuk penelitian selanjutnya, peneliti menyarankan perluasan cakupan dengan studi komparatif melibatkan lebih banyak negara, untuk mendapatkan wawasan yang lebih komprehensif tentang dinamika kelembagaan ekonomi Islam di berbagai sistem politik. Penggunaan metode kuantitatif, seperti analisis regresi atau model simulasi, dapat dilakukan untuk mengukur dampak empiris strategi diversifikasi ekonomi Islam terhadap pertumbuhan PDB dan inklusi keuangan. Selain itu, penelitian mendalam tentang implementasi teknologi finansial (fintech) syariah di negara sekuler seperti Prancis, serta studi kasus tentang UMKM di Indonesia yang mengadopsi model Brunei, dapat berkontribusi dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan digitalisasi.

  1. Empowering Womenpreneurs Through Islamic Social Finance: Examining The Impacts On Power And Agency In... doi.org/10.64757/alqanatir.2025.3403/1160Empowering Womenpreneurs Through Islamic Social Finance Examining The Impacts On Power And Agency In doi 10 64757 alqanatir 2025 3403 1160
  2.  . 0 mdpi.com/2071-1050/14/19/12772A 0 mdpi 2071 1050 14 19 12772
  3. Chapter 12: Challenges facing the development of Islamic finance in Western Europe in: Islamic Finance... elgaronline.com/view/book/9781035308705/book-part-9781035308705-22.xmlChapter 12 Challenges facing the development of Islamic finance in Western Europe in Islamic Finance elgaronline view book 9781035308705 book part 9781035308705 22 xml
Read online
File size238.4 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test