MAHESA INSTITUTEMAHESA INSTITUTE

Warisan: Journal of History and Cultural HeritageWarisan: Journal of History and Cultural Heritage

Studi ini mengeksplorasi kontribusi pendidikan dan warisan intelektual Kiai Hasan Maolani, seorang cendekiawan Islam terkemuka yang hidup selama era kolonial Belanda di Kuningan, Jawa Barat. Penelitian ini berfokus pada biografi dan peran pentingnya sebagai tokoh agama dan pendidikan, yang pengaruhnya melampaui batas wilayah, menarik siswa dari Jawa Tengah dan Timur. Menggunakan metode sejarah yang mengintegrasikan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, studi ini memanfaatkan sumber primer dan sekunder untuk merekonstruksi aktivitas pendidikannya. Temuan menunjukkan bahwa Kiai Hasan Maolani mendirikan Pesantren Lengkong, sebuah institusi vital untuk pendidikan agama Islam dan pengembangan intelektual. Melalui pesantren ini, ia menerapkan filosofi pendidikan holistik yang mencakup konsep seperti pencarian ilmu (thalabul ilm), ibadah, tauhid, kohesi sosial melalui silaturahmi dan ziyarah, amal, serta jihad. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan Kiai Hasan Maolani tidak hanya membentuk karakter intelektual zamannya tetapi juga menjadi fondasi bagi tradisi belajar berbasis pesantren di Jawa Barat.

Studi ini memastikan peran penting Kiai Hasan Maolani sebagai cendekiawan Islam yang secara signifikan berkontribusi pada pendidikan agama di wilayah Kuningan.Filosofi pendidikannya mencakup berbagai konsep, termasuk pencarian ilmu, ibadah, tauhid, shalat, puasa sunnah, pembacaan Al-Quran, tali silaturahmi dan ziyarah kubur, sedekah, referensi ilmiah, serta jihad.Penelitian ini juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Indraprasta PGRI Jakarta dan LPPM atas dukungan finansial dan institusional.Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi lebih dalam manuskrip dan surat-surat asli Kiai Hasan Maolani melalui pendekatan filologi dan hermeneutika, serta membandingkan pemikiran pendidikannya dengan cendekiawan Islam lainnya dari masa yang sama untuk memetakan kontribusinya dalam sejarah pendidikan lokal dan nasional.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak filosofi pendidikan Kiai Hasan Maolani terhadap pesantren modern di Jawa Barat melalui studi kasus komparatif. Selain itu, penelitian tentang peran Tarekat Syattariyah dalam memperkuat identitas keagamaan masyarakat pesisir Jawa selama era kolonial bisa menjadi arah baru. Terakhir, studi tentang hubungan antara praktik pesantren dan perlawanan non-kekerasan terhadap kolonialisme di daerah lain di Indonesia dapat memberikan wawasan lebih luas tentang dinamika pendidikan dan resistensi budaya.

  1. Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) dan Reformasi Pendidikan Islam di Aceh, 1939-1952 | Local History... doi.org/10.57251/lhh.v2i1.323Persatuan Ulama Seluruh Aceh PUSA dan Reformasi Pendidikan Islam di Aceh 1939 1952 Local History doi 10 57251 lhh v2i1 323
  2. Challenging Colonialism through Tarekat Syattariyah and Pesantren: The Conceptual Thought of Kiai Hasan... mahesainstitute.web.id/ojs2/index.php/warisan/article/view/2718Challenging Colonialism through Tarekat Syattariyah and Pesantren The Conceptual Thought of Kiai Hasan mahesainstitute ojs2 index php warisan article view 2718
  3. Pondok Persulukan Syekh Sulaiman Lubis al-Kholidy: Penggagas Tarekat dan Nasionalisme di Desa Hutapungkut,... doi.org/10.34007/warisan.v2i2.892Pondok Persulukan Syekh Sulaiman Lubis al Kholidy Penggagas Tarekat dan Nasionalisme di Desa Hutapungkut doi 10 34007 warisan v2i2 892
Read online
File size288.74 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test