YAYASANCECYAYASANCEC

COROLLACOROLLA

Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program tahfidz dalam penguatan nilai-nilai karakter siswa di MTsN 3 Madiun dan MTsN 2 Madiun. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari kepala madrasah, guru tahfidz, guru PAI, siswa, dan orang tua. Analisis data menggunakan analisis model interaktif, sementara validitas data dilakukan melalui triangulasi dan pengecekan anggota (member check). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua madrasah memiliki model implementasi program tahfidz yang berbeda namun sama-sama efektif dalam membentuk karakter Qurani siswa. MTsN 3 Madiun menerapkan pendekatan pembiasaan religius melalui budaya sekolah yang menekankan teladan, rutinitas ibadah, dan aktivitas tahfidz yang fleksibel, sedangkan MTsN 2 Madiun menerapkan sistem program yang lebih terstruktur dengan target hafalan, pemantauan melalui buku mutabaah, evaluasi tasmi, dan keterlibatan orang tua. Internalilasi karakter berlangsung melalui tiga dimensi karakter menurut Thomas Lickona, yaitu pengetahuan moral (moral knowing), perasaan moral (moral feeling), dan tindakan moral (moral action). Faktor pendukung utama meliputi kepemimpinan religius, komitmen guru, dan lingkungan sekolah yang kondusif, sementara faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan siswa, beban akademik, dan tekanan psikologis dari sistem evaluasi yang ketat.

Desain dan implementasi program tahfidz di MTsN 3 Madiun yang berbasis pembiasaan religius serta di MTsN 2 Madiun yang terstruktur menunjukkan dua model efektif dalam membentuk karakter Qurani siswa, dengan MTsN 3 unggul dalam pendalaman karakter dan MTsN 2 dalam capaian hafalan tinggi sekaligus penguatan karakter.Internalilasi nilai karakter di kedua madrasah berhasil mengembangkan dimensi pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral siswa secara komprehensif, meskipun melalui pendekatan yang berbeda dalam prosesnya.Keberhasilan program ini didukung oleh kepemimpinan madrasah, komitmen guru, motivasi siswa, dan lingkungan religius, namun juga menghadapi hambatan seperti heterogenitas kemampuan siswa dan beban akademik, dengan tekanan psikologis dari evaluasi ketat menjadi tantangan khusus di MTsN 2 dan keterbatasan fasilitas pemantauan di MTsN 3.

Penting sekali untuk melakukan studi mendalam mengenai efektivitas jangka panjang dari kedua model program tahfidz yang telah diterapkan (pembiasaan dan terstruktur). Sebagai contoh, bagaimana nilai-nilai karakter Islami dan capaian hafalan Quran siswa berkembang setelah mereka melewati jenjang MTs dan melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, apakah ada perbedaan signifikan dalam keberlanjutan karakter atau retensi hafalan di antara kedua model tersebut. Penelitian ini dapat membantu kita memahami model mana yang paling adaptif dan berdampak positif dalam jangka panjang. Selain itu, mengingat adanya isu tekanan psikologis pada siswa di program yang lebih terstruktur, sebuah studi lanjutan dapat mengeksplorasi secara lebih rinci bagaimana tekanan ini memengaruhi kesejahteraan mental, motivasi, dan ketahanan siswa dalam proses tahfidz. Hal ini penting untuk merumuskan strategi pendampingan psikologis yang tepat agar siswa dapat menghafal tanpa beban berlebihan. Terakhir, perlu juga dilakukan penelitian kuantitatif untuk mengukur secara spesifik dampak berbagai jenis dan intensitas keterlibatan orang tua—misalnya, pemantauan ketat melalui buku mutabaah versus dukungan moral umum—terhadap konsistensi hafalan dan perkembangan karakter anak di beragam latar belakang madrasah. Dengan demikian, rekomendasi untuk pengembangan program tahfidz di masa depan dapat didasarkan pada bukti yang lebih kuat dan mempertimbangkan berbagai aspek penting dari pengalaman siswa dan keluarga.

  1. Strategi Pembentukan Karakter Religius Siswa Melalui Pendidikan Berbasis Keteladanan Dan Pembiasaan |... ejournal.undar.or.id/index.php/arsy/article/view/773Strategi Pembentukan Karakter Religius Siswa Melalui Pendidikan Berbasis Keteladanan Dan Pembiasaan ejournal undar index php arsy article view 773
  2. Instilling Morals: Affective Value Formation Strategies in Islamic Education | JIE (Journal of Islamic... doi.org/10.35723/jie.v10i2.641Instilling Morals Affective Value Formation Strategies in Islamic Education JIE Journal of Islamic doi 10 35723 jie v10i2 641
  3. Cultivating Discipline and Responsibility Character Through the Tahfidz Program | Jurnal Pendidikan Islam.... ejournal.uiidalwa.ac.id/index.php/jpi/article/view/2784Cultivating Discipline and Responsibility Character Through the Tahfidz Program Jurnal Pendidikan Islam ejournal uiidalwa ac index php jpi article view 2784
Read online
File size376.81 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test