STAI TBHSTAI TBH

Al-Liqo: Jurnal Pendidikan IslamAl-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang dimaksudkan untuk mengkaji apakah kesetaraan pendidikan yang diperjuangkan Rahmah El-Yunusiyah dimaksudkan sebagai bagian dari gerakan feminisme atau justru pemikiran Rahmah adalah pemikiran yang orisinil dan berangkat dari kajian sosiologis terhadap fakta sosial masyarakat, terutama kaum perempuan pada saat itu? Data penelitian dirujuk dari hasil penelitian terkait pemikiran Rahmah El-Yunusiyah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dan berbagai buku rujukan yang relevan dengan penelitian ini. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis secara induktif. Hasil kajian dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa kesetaraan pendidikan bagi perempuan yang diperjuangkan oleh Rahmah adalah suatu gerakan sosial untuk mendobrak tradisi di tengah persepsi masyarakat Minangkabau terhadap kedudukan dan hak perempuan. Menurutnya, pendidikan bagi kaum perempuan menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang lebih baik, dikarenakan kedudukan perempuan sebagai tiang rumah tangga, guru pertama dan utama bagi anak, yang menjadi pondasi dalam membentuk masyarakat dan negara. Pemikiran Rahmah berangkat dari pemahamannya terhadap ajaran Islam dan bukan merupakan bagian dari gerakan feminisme.

Rahmah El-Yunusiyah memperjuangkan kesetaraan pendidikan bagi perempuan untuk mendobrak tradisi masyarakat Minangkabau yang membatasi hak-hak perempuan, dengan pemikiran yang orisinil dan berlandaskan ajaran Islam, bukan bagian dari gerakan feminisme.Kontribusinya sangat besar melalui pendirian Al-Madrasah Al-Diniyyah li Al-Banat (Perguruan Diniyah Putri) pada tahun 1923, lembaga pendidikan formal pertama di Indonesia khusus perempuan, yang kemudian menginspirasi banyak sekolah serupa di dalam dan luar negeri.Penelitian ini menegaskan pemikiran Rahmah sebagai pionir pendidikan Islam perempuan dari perspektif sosiologis, mendukung teori interaksionisme simbolik dan konsientisasi Freire, dan menyarankan kajian lanjutan dari sudut pandang politik pendidikan.

Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat menarik untuk dieksplorasi guna memperdalam pemahaman kita tentang kontribusi Rahmah El-Yunusiyah. Pertama, mengingat kompleksitas sejarah Indonesia, akan sangat berharga untuk meninjau secara lebih mendalam bagaimana dinamika politik dari era kolonial Belanda, pendudukan Jepang, Orde Lama, hingga era reformasi saat ini secara spesifik memengaruhi perkembangan kurikulum, kebijakan institusional, serta keberlanjutan Perguruan Diniyah Putri. Penelitian ini dapat mengkaji adaptasi dan strategi perjuangan Rahmah dan penerusnya dalam menghadapi berbagai tekanan dan peluang politik, serta bagaimana kebijakan pemerintah pada setiap masa memfasilitasi atau justru menghambat misi pendidikan perempuan yang diemban. Pertanyaan yang bisa diajukan adalah, bagaimana Perguruan Diniyah Putri mempertahankan identitas dan relevansinya di tengah perubahan rezim politik yang signifikan? Kedua, mengingat visi Rahmah yang menempatkan perempuan sebagai tiang rumah tangga dan guru utama bagi anak, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada dampak sosial dan budaya jangka panjang dari lulusan Perguruan Diniyah Putri terhadap keluarga dan masyarakat mereka. Hal ini bisa dilakukan melalui studi kualitatif atau jejak alumni untuk melihat bagaimana pendidikan yang mereka peroleh memengaruhi peran mereka dalam pembangunan komunitas, praktik pengasuhan anak, dan pelestarian nilai-nilai Islam di lingkungan tempat tinggal mereka. Ketiga, untuk lebih memahami keunikan pemikiran Rahmah, disarankan untuk melakukan studi komparatif filosofis yang lebih luas antara konsep kesetaraan pendidikan perempuan yang diusungnya dengan gerakan pendidikan perempuan Islam lainnya di Asia Tenggara, atau bahkan dengan pemikiran feminisme lokal dan global. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kekhasan, persamaan, dan perbedaan dalam pendekatan, tujuan, serta implikasi praktis dari filosofi pendidikan Rahmah, sehingga kontribusinya dapat ditempatkan dalam konteks diskursus pendidikan global yang lebih luas.

  1. Kesetaraan Pendidikan Perspektif Rahmah El Yunusiyah | Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam. kesetaraan pendidikan... doi.org/10.46963/alliqo.v7i2.586Kesetaraan Pendidikan Perspektif Rahmah El Yunusiyah Al Liqo Jurnal Pendidikan Islam kesetaraan pendidikan doi 10 46963 alliqo v7i2 586
Read online
File size213.54 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test