STAINUPASTAINUPA

Jurnal Pendidikan Agama IslamJurnal Pendidikan Agama Islam

Sebagai lembaga pendidikan bersejarah dan fundamental di Indonesia, Pondok Pesantren (Ponpes) berfungsi krusial dalam membentuk nilai-nilai dan spiritual generasi muda. Menanggapi dinamika global dan isu ekstrimisme, prioritas pondok pesantren saat ini adalah memperkokoh moderasi beragama, memastikan setiap santri mewarisi ajaran Islam yang toleran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi, implementasi, dan efektivitas model yang mereka gunakan untuk memperkuat moderasi beragama, disamping itu juga mengidentifikasi elemen-elemen yang mendukung atau menghambat proses tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode study kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif Miles and Huberman melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.

Strategi pondok pesantren dalam menguatkan moderasi beragama bersifat holistik, terintegrasi, dan berkelanjutan, sehingga menciptakan ekosistem pendidikan yang seimbang antara ritual dan sosial.Agar efektivitasnya tetap terjaga, pesantren perlu memperkuat literasi digital santri serta meningkatkan standar dan kompetensi pengajar dalam menghadapi tantangan informasi global.Meskipun faktor internal sangat mendukung, tantangan eksternal tetap harus diatasi untuk mempertahankan keberhasilan strategi tersebut.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana program literasi digital yang dirancang khusus untuk santri dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menyaring dan menolak konten ekstremisme yang beredar di media sosial, serta mengidentifikasi faktor‑faktor yang mempengaruhi keberhasilan program tersebut. Selanjutnya, studi dapat memfokuskan pada pengembangan model pelatihan bagi pengajar pondok pesantren yang menekankan kompetensi pedagogis dan pemahaman mendalam tentang moderasi beragama, dengan menguji dampak pelatihan tersebut terhadap kualitas pengajaran dan persepsi santri. Penelitian ketiga dapat melakukan evaluasi longitudinal terhadap dampak strategi moderasi yang diterapkan oleh pesantren terhadap kohesi sosial di lingkungan sekitar, termasuk persepsi masyarakat lintas agama, sehingga dapat menilai kontribusi pesantren sebagai benteng ideologis dalam menjaga kerukunan beragama. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta survei kuantitatif dapat dipadukan untuk memperoleh data yang komprehensif mengenai perubahan perilaku santri dan persepsi komunitas. Selain itu, analisis perbandingan antar pesantren yang memiliki tingkat sumber daya berbeda dapat mengungkap hambatan struktural dan menawarkan rekomendasi kebijakan yang adaptif.

  1. Self-Paced Learning: Islamic Religious Education Learning Method in Elementary School during COVID-19... doi.org/10.18326/mdr.v14i1.1-16Self Paced Learning Islamic Religious Education Learning Method in Elementary School during COVID 19 doi 10 18326 mdr v14i1 1 16
  2. Peran Pemuda Lintas Agama dalam Meningkatkan Kerukunan Umat Beragama di Provinsi Kalimantan Timur | Christover... edukatif.org/index.php/edukatif/article/view/1762Peran Pemuda Lintas Agama dalam Meningkatkan Kerukunan Umat Beragama di Provinsi Kalimantan Timur Christover edukatif index php edukatif article view 1762
Read online
File size141.6 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test