FT UNDARFT UNDAR

Jurnal JEETechJurnal JEETech

Pertumbuhan populasi dan kemajuan teknologi yang sangat signifikan menjadikan kebutuhan energi yang sebelumnya bergantung pada energi fosil semakin meningkat. Ketergantungan ini menyebabkan adanya kekhawatiran akan sumber daya alam yang terbatas dan juga emisi karbon yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan transisi energi ke energi terbarukan yang juga merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan energi nasional. Salah satu solusi yang paling potensial adalah Pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS) yang sumber energinya berasal dari energi matahari. Indonesia memiliki peluang lebih tinggi untuk radiasi matahari rata‑rata 4,8 kWh/m² per hari. Fakta ini meningkatkan urgensi penggunaan energi matahari di daerah seperti Kabupaten Fakfak di Papua Barat. Ini juga merupakan tantangan dalam ketersediaan energi karena ketergantungannya pada jaringan listrik tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif potensial energi matahari sebagai pembangkit tenaga listrik serta mengembangkan system PLTS rooftop yang optimal pada lingkungan politeknik negeri fakfak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi studi literatur, pengamatan lokasi, pengumpulan data radiasi matahari dari BMKG dan analisis konsumsi energi kampus. Penelitian ini dilengkapi dengan perangkat lunak PVSYST untuk mensimulasikan dan menetukan desain yang efisien. Hasil simulasi menunjukkan bahwa perkiraan iradiasi pertahun mencapai 2091,9 kWh dengan energi efektif yang dapat disalurkan sebesar 61.393 kWh/Tahun atau dapat mensuplai energi sebesar 170 kWh/Hari. Adapun rugi‑rugi daya yang muncul akibat pengaruh suhu sebesar -10,73% dan konversi daya oleh inverter sebesar -4,62%.

Berdasarkan hasil penelitian dan analis yang dilakukan melalui software PV Syst untuk potensi PLTS rooftop pada kampus Politeknik Negeri Fakfak dapat disimpulkan bahwa Kawasan politeknik negeri fakfak memiliki potensi yang besar untuk membangun PLTS rooftop dengan rata‑rata iradiasi matahari mencapai 2091,9 kWh/Tahun.Iradiasi yang besar ini mampu menghasilkan energi sebesar 75.877 kWh/Tahun dan energi efektif yang dapat disalurkan sebesar 61.393 kWh/Tahun atau dapat mensuplai energi sebesar 170 kWh/Hari.Adapun rugi‑rugi daya yang muncul akibat pengaruh suhu sebesar -10,73% dan konversi daya oleh inverter sebesar -4,62% namun hal ini masih tergolong realistis, potensi daya yang besar jika dimanfaatkan dengan baik maka akan membantu meringankan biaya tarif bulanan dan kampus dapat melakukan penghematan untuk tagihan biaya listrik PLN.

Penelitian lanjutan dapat meneliti perbedaan kinerja antara hasil simulasi PVSyst dan data pengukuran nyata dari sistem PLTS rooftop yang dipasang di Politeknik Negeri Fakfak selama setahun penuh, termasuk pengaruh bayangan dan kondisi awan, untuk memvalidasi akurasi model simulasi. Selanjutnya, pendekatan pembelajaran mesin dapat dieksplorasi untuk mengoptimalkan sudut kemiringan dan azimuth panel surya secara dinamis, menyesuaikan dengan variasi cuaca lokal demi memaksimalkan produksi energi. Terakhir, analisis kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari integrasi sistem penyimpanan baterai dengan PLTS rooftop dapat dilakukan untuk menilai periode pengembalian investasi, pengurangan emisi karbon, serta peningkatan ketahanan energi kampus, sehingga memberikan panduan kebijakan yang lebih komprehensif.

  1. Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education). rancang bangun lampu penerangan jalan pju... doi.org/10.21831/elinvo.v3i1.15343Elinvo Electronics Informatics and Vocational Education rancang bangun lampu penerangan jalan pju doi 10 21831 elinvo v3i1 15343
Read online
File size3.23 MB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test