PNCPNC

Madani : Indonesian Journal of Civil SocietyMadani : Indonesian Journal of Civil Society

Mayoritas penduduk Desa Banjarwaru memiliki profesi sebagai Petani. Harga pupuk dari waktu ke waktu semakin tinggi sedangkan para petani membutuhkan pupuk untuk kebutuhan tanamannya. Masalah muncul ketika kelangkaan pupuk kerap terjadi. Selain itu, jenis pupuk yang digunakan umumnya jenis pupuk kimia yang kurang baik bagi tubuh manusia dikarenakan zat tersebut dapat terbawa pada makanan yang dikomsumsi. Pupuk jenis organik merupakan salah satu pilihan untuk mengatasi permasalah tersebut. Jenis pupuk ini sekarang mulai banyak dipasaran, meskipun harganya relatif mahal. Solusi masalah ini yaitu dapat dilakukan dengan pembuatan pupuk organik secara mandiri. Faktor lainnya adalah banyak limbah sampah organik yang sebenarnya dapat diolah menjadi pupuk organik cair (POC). Oleh karena itu untuk menciptakan Desa yang mandiri pupuk, maka Tim PKM bertujuan membuat alat pembuat pupuk organik berbasis sumber listrik PLTS serta memberikan pelatihan dalam pengoperasian alat tersebut. Metode yang digunakan yaitu dengan pembuatan alat pembuat pupuk cair organik, sosialisasi kepada warga desa Banjarwaru, pelatihan serta demonstrasi pengoperasian alat.

Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 200Wp berhasil diterapkan pada alat pembuat pupuk organik cair (POC) dan mesin pencacah, mengurangi ketergantungan pada listrik PLN serta menghemat biaya dan ramah lingkungan.Alat dilengkapi dengan pengukur suhu untuk memonitor fermentasi, dan sosialisasi serta pelatihan kepada warga Banjarwaru telah dilaksanakan dengan baik.Antusiasme warga tinggi dalam mengenal dan mengoperasikan alat tersebut.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi kinerja sistem PLTS‑POC pada berbagai kondisi iklim dan skala yang lebih besar untuk memastikan keandalannya di komunitas yang lebih luas. Selain itu, diperlukan optimasi proses fermentasi pupuk organik cair dengan mempelajari pengaruh variasi suhu, kecepatan pengadukan, dan jenis mikroorganisme inoculant terhadap kandungan nutrisi dan kualitas akhir produk. Selanjutnya, penting untuk menilai dampak sosio‑ekonomi adopsi sistem PLTS‑POC terhadap kesejahteraan petani, termasuk analisis biaya‑manfaat, perubahan pendapatan, dan keberlanjutan jangka panjang penggunaan teknologi ini di desa Banjarwaru.

  1. Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Pinang dan Batang Sagu dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair | Median : Jurnal... doi.org/10.33506/md.v11i3.690Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Pinang dan Batang Sagu dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair Median Jurnal doi 10 33506 md v11i3 690
  2. Pembuatan Mesin Fermentator Pupuk Organik Cair untuk Menunjang Efektifitas Produksi Kelompok Tani di... journal.its.ac.id/index.php/sewagati/article/view/964Pembuatan Mesin Fermentator Pupuk Organik Cair untuk Menunjang Efektifitas Produksi Kelompok Tani di journal its ac index php sewagati article view 964
Read online
File size866.87 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test