PDPIPDPI

Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Pengabdian Masyarakat

Pembentukan karakter remaja di lingkungan sekolah memerlukan pendekatan yang menyentuh aspek spiritual dan emosional untuk menghadapi tantangan interaksi sosial yang kompleks. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan internalisasi nilai kasih guna membangun etika interaksi sosial yang sehat bagi siswa di SMA Yadika Soreang, Kabupaten Bandung. Alasan pemilihan topik ini didasarkan pada pentingnya empati dan solidaritas dalam mencegah konflik interpersonal serta perundungan di sekolah. Metode yang digunakan adalah gathering rohani melalui teknik ceramah dialogis, simulasi sosial, dan diskusi kelompok partisipatif dengan melibatkan 40 siswa/i. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa sebesar 92% mengenai konsep hubungan interpersonal yang harmonis. Siswa mampu mendemonstrasikan cara penyelesaian konflik secara damai dan menunjukkan peningkatan sikap empati antar sesama selama proses simulasi. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil memperkuat fondasi moral siswa dalam berinteraksi, yang berkontribusi positif bagi terciptanya iklim lingkungan sekolah yang lebih suportif dan inklusif.

Internalisasi nilai kasih melalui Gathering Rohani Kristen terbukti efektif meningkatkan kesadaran etika interaksi sosial, memperkuat pemahaman teologis, serta menumbuhkan respons afektif yang lebih empatik dan kemampuan menyelesaikan konflik secara damai pada siswa SMA Yadika Soreang.Kekuatan utama kegiatan terletak pada pendekatan partisipatif dan suasana kekeluargaan, sementara kelemahan utama adalah durasi yang terbatas sehingga tidak memungkinkan pendalaman kasus individual yang kompleks.Oleh karena itu, disarankan pengembangan selanjutnya berupa pembentukan kelompok diskusi kecil atau sesi pendampingan rutin di sekolah untuk memantau konsistensi perubahan perilaku dan memastikan nilai‑nilai yang ditanamkan dapat berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti dampak jangka panjang dari program pendampingan rutin terhadap perkembangan empati dan kemampuan resolusi konflik siswa selama beberapa semester, untuk mengetahui keberlanjutan efek internalisasi nilai kasih. Selain itu, penting untuk membandingkan efektivitas gathering rohani secara tatap muka dengan versi digital dalam menanamkan nilai kasih, mengingat peningkatan penggunaan media digital di kalangan remaja. Selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi penerapan pendekatan Partisipatory Action Research pada sekolah dengan latar belakang sosio‑ekonomi berbeda, guna menilai skalabilitas dan adaptabilitas intervensi dalam konteks yang lebih beragam, serta mengidentifikasi faktor‑faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan program di lingkungan pendidikan yang berbeda.

  1. Deteksi Dini Perilaku Depresi pada Siswa Sekolah Menengah | WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora.... doi.org/10.62383/wissen.v3i2.754Deteksi Dini Perilaku Depresi pada Siswa Sekolah Menengah WISSEN Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora doi 10 62383 wissen v3i2 754
  2. Intensitas Penggunaan Gadget berhubungan dengan Pola Interaksi Sosial Remaja Awal | Jurnal Keperawatan... doi.org/10.34011/jkifn.v4i1.2132Intensitas Penggunaan Gadget berhubungan dengan Pola Interaksi Sosial Remaja Awal Jurnal Keperawatan doi 10 34011 jkifn v4i1 2132
Read online
File size281.38 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test