FEBI INAISFEBI INAIS

SahidBusinessJSahidBusinessJ

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Bogor terdapat pada masing-masing Kota dan Kabupaten Bogor. Namun demikian, masyarakat masih kurang mengenal BAZNAS, terlebih lagi mempunyai rutinitas menyisihkan zakatnya di BAZNAS. Saat ini dampak pandemi masih terasa dan membuat penghasilan masyarakat menurun. Oleh karena dampak pandemi mengganggu aktivitas, termasuk kegiatan penghimpunan dan penyaluran pada lembaga amil zakat dimanapun, maka ini menjadi tantangan sendiri di masa pandemi ini. Tantangan tersebut mulai dari memperbarui dan menyesuaikan tata-cara penghimpunan dan penyaluran sesuai dampak Covid-19, sampai dengan BAZNAS di Kota atau Kabupaten Bogor terus-menerus mempunyai inovasi untuk meningkatkan penghimpunan dan penyaluran. Dalam keadaan yang demikian, penelitian ini dilakukan. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif atau perbandingan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dalam hal perbandingan penghimpunan, didapatkan Nilai Sig sebesar 0,094 > 0,05. Dengan demikian Ho ditolak dan Hi diterima. Artinya terdapat perbedaan data penghimpunan BAZNAS Kota dan Kabupaten Bogor. Berdasarkan penelitian yang dilakukan juga, maka dalam hal perbandingan penyaluran didapatkan Nilai Sig sebesar 0,01> 0,05. Dengan demikian Ho diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan data penyaluran BAZNAS Kota dan Kabupaten Bogor.

Penelitian ini menganalisis perbandingan penghimpunan dan penyaluran zakat oleh BAZNAS Kota dan Kabupaten Bogor selama pandemi Covid-19.Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam penghimpunan zakat antara kedua BAZNAS tersebut, di mana Ho ditolak dan Hi diterima dengan nilai Sig 0,094 > 0,05.Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam hal penyaluran zakat, dengan Ho diterima dan Hi ditolak berdasarkan nilai Sig 0,01 < 0,05.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam berbagai faktor yang memengaruhi perbedaan penghimpunan zakat antara BAZNAS Kota dan Kabupaten Bogor, misalnya dengan pendekatan kualitatif yang mengidentifikasi strategi inovasi, efektivitas sosialisasi, serta karakteristik demografi muzaki di masing-masing wilayah selama masa pandemi. Mengingat temuan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam penyaluran zakat, penting untuk melakukan studi komparatif tentang bagaimana kedua BAZNAS tersebut menentukan prioritas dan mekanisme penyaluran dan apakah metode penyaluran zakat (misalnya, antara pola konsumtif langsung atau produktif berbasis modal usaha) memengaruhi efektivitas bantuan terhadap mustahik. Selain itu, sejalan dengan konteks dampak pandemi terhadap perekonomian dan kemiskinan, arah penelitian dapat diperluas untuk mengevaluasi secara langsung dampak jangka pendek dan panjang dari program penyaluran zakat BAZNAS terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi dan pemulihan sosial mustahik yang terdampak Covid-19 di wilayah Bogor, sehingga dapat memberikan gambaran komprehensif tentang kontribusi zakat dalam situasi krisis.

Read online
File size418.72 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test