BINUSBINUS

Lingua CulturaLingua Cultura

Apakah cinta itu alami atau budaya? Dapatkah cinta sempurna dalam dirinya sendiri, atau apakah itu sangat bergantung pada sesuatu di luar dirinya? Penelitian ini berusaha menganalisis tema ketergantungan, keseimbangan, dan ketidaknyamanan dalam hubungan antara cinta yang tampak lebih dominan dan alam yang sering dianggap sebagai latar belakang cerita saja dalam Kolam, sebuah kumpulan puisi karya Sapardi Djoko Damono. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan ketergantungan simbolis antara alam dan cinta, di mana alam-cinta memainkan peran sebagai subjek per se, dan puisi-puisi berorientasi alam dari Damono (meskipun tidak selalu eksplisit) terdiri dari teks yang dibangun secara budaya melalui studi sastra dengan perspektif ecocriticism. Analisis teks dilakukan melalui karya-karya tersebut untuk mengungkapkan keprihatinan penulis, termasuk romansa, alam, dan kekhawatiran. Puisi-puisi Damono telah terbukti mengungkapkan ketergantungan simbolis antara romansa dan alam. Peneliti menganalisis 20 puisi dari Damono. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pembacaan yang peka terhadap lingkungan - pendekatan yang berpusat pada bumi dalam studi sastra - dengan menempatkan alam bukan hanya sebagai latar belakang, kisah cinta manusia tidak dapat dengan cara apa pun lepas dari ketergantungannya pada alam sekitarnya. Romantisisme manusia hanya dapat sempurna ketika ditandai dalam hubungan simbolis dan, pada saat yang sama, bermasalah dengan alam. Secara keseluruhan, kumpulan puisi ini telah membuktikan kesetaraan antara alam dan budaya, antara cinta dan alam sebagai subjek per se keprihatinan penyair.

Melalui pembacaan yang peka terhadap lingkungan, puisi-puisi Damono telah mengungkapkan ketergantungan simbolis antara romansa dan alam.Romantisisme manusia hanya dapat sempurna ketika alam terlibat dalam ekspresinya.Namun, hubungan ini tidak selalu mudah dan bermasalah karena budaya manusia yang tidak ramah terhadap alam, terutama dalam kehidupan perkotaan modern.Eksploitasi alam menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan metropolitan, menyebabkan kekurangan ruang untuk melarikan diri dan ketenangan.Secara keseluruhan, kumpulan puisi ini telah membuktikan kesetaraan antara alam dan budaya, antara cinta dan alam sebagai subjek keprihatinan penyair.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk membandingkan dan mengkontraskan karya-karya Damono dengan penyair atau penulis fiksi Indonesia lainnya dari masyarakat digital saat ini, untuk mempelajari lebih lanjut dengan cakupan yang lebih kompleks tentang isu-isu lingkungan di Indonesia. Selain itu, dapat dieksplorasi bagaimana puisi-puisi Damono merefleksikan hubungan antara manusia dan alam dalam konteks urbanisasi dan perkembangan teknologi, serta bagaimana puisi-puisi tersebut dapat menjadi alat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara alam dan budaya dalam kehidupan modern.

  1. Green Romanticism:: A Problematic Portrayal of Love and Nature in Damomo's Kolam through Ecocriticism... journal.binus.ac.id/index.php/Lingua/article/view/12001Green Romanticism A Problematic Portrayal of Love and Nature in Damomos Kolam through Ecocriticism journal binus ac index php Lingua article view 12001
Read online
File size457.78 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test