STAISUMATERA MEDANSTAISUMATERA MEDAN

HikmahHikmah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif pendidikan Islam tentang pembelajaran konvensional dan pembelajaran kritis kreatif. Penelitian ini menggunakan metode library research, dan pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Analisa datanya menggunakan teknik komparasi, yaitu menganalisis landasan filosofis pembelajaran konvensional dan pembelajaran kritis kreatif serta memandang kedua konsep pembelajaran tersebut dengan menggunakan perspektif pendidikan Islam. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pendidikan Islam adalah proses mengubah tingkah laku individu pada kehidupan pribadi dan masyarakat melalui proses pembelajaran dengan upaya membantu mengembangkan peserta didik menjadi lebih maju berlandaskan nilai-nilai yang baik dalam kehidupannya, sehingga terbentuk pribadi insan kamil, baik berkaitan dengan akal, perasaan, dan perbuatan. Kedua model pembelajaran di atas sangat berbeda secara konsep, sehingga perlu ada upaya penyatuan yang kreatif dari seorang guru sebagai pengatur dalam proses pembelajaran. Maka dari itu, kedua model pembelajaran tersebut dapat berguna sesuai dengan kondisi dan situasi, sehingga tidak ada yang perlu dihilangkan antara model pembelajaran konvensioal dan kritis kreatif. Bahkan pembelajaran dengan model demikian sangat sesuai dengan masa kekinian.

Model pembelajaran konvensional lebih memusatkan keaktifan guru dibandingkan peserta didik (teacher centered), sedangkan model pembelajaran kritis kreatif menekankan pada terjadinya interaksi dua arah antara guru dan peserta didik.Pendidikan Islam memandang pembelajaran konvensional merupakan model pembelajaran yang fokus mendorong peserta didik yang suka belajar auditori, sedangkan pembelajaran kritis kreatif menurut pendidikan Islam adalah pembelajaran yang berusaha memberdayakan peserta didiknya menjadi kritis dalam berpikir dan kreatif dalam proses dialog, serta adanya keterlibatan peserta didik pada saat proses belajar mengajar.Maka dari itu, di perbedaan antara kedua model pembelajaran tersebut, pendidikan Islam memandang bahwa perlu ada upaya penyatuan, atau paling tidak memanfaatkan kedua model pembelajaran tersebut dengan kebutuhan dalam proses pembelajaran tanpa ada yang harus dipinggirkan satu sama lain.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji integrasi model pembelajaran konvensional dan kritis kreatif dalam konteks kurikulum pendidikan agama islam di sekolah dasar, mengembangkan strategi pelatihan guru untuk memfasilitasi interaksi dua arah dalam kelas, serta mengeksplorasi dampak pembelajaran kritis kreatif terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa di lingkungan pedesaan. Selain itu, penelitian bisa fokus pada evaluasi efektivitas model pembelajaran hybrid yang menggabungkan teknologi digital dengan pendekatan kritis kreatif dalam meningkatkan partisipasi siswa. Terakhir, studi tentang peran kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung inovasi pembelajaran berbasis dialog antara guru dan peserta didik juga layak dikembangkan.

  1. Peranan Pimpinan dan Guru dalam Pembinaan Akhlak Siswa Pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Kupang | Hikmah.... doi.org/10.53802/hikmah.v17i1.79Peranan Pimpinan dan Guru dalam Pembinaan Akhlak Siswa Pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Kupang Hikmah doi 10 53802 hikmah v17i1 79
  2. Vol. 17 No. 2 (2020): Juli-Desember 2020 | Hikmah. vol hikmah issn doi https v17i2 published articles... doi.org/10.53802/hikmah.v17i2Vol 17 No 2 2020 Juli Desember 2020 Hikmah vol hikmah issn doi https v17i2 published articles doi 10 53802 hikmah v17i2
Read online
File size499.53 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test