UKITORAJAUKITORAJA

Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah DasarElementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan ajar berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan bercerita siswa kelas VI SD Negeri 58 Banda Aceh. Bahan ajar yang digunakan berupa buku cerita bergambar yang mengangkat cerita rakyat Aceh, yaitu Loyang Koro dan Putri Pukes. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pre-test Post-test. Subjek penelitian terdiri dari 17 siswa. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan bercerita yang dilakukan sebelum (pre-test) dan sesudah perlakuan (post-test). Bahan ajar yang diterapkan dirancang dengan bahasa yang sederhana, alur cerita yang runtut, serta ilustrasi yang menarik untuk memudahkan siswa memahami isi cerita dan mengekspresikannya kembali secara lisan. Hasil analisis menggunakan paired sample t-test menunjukkan nilai t hitung sebesar -10,659 dengan derajat kebebasan 16 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Temuan penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan bahan ajar berbasis kearifan lokal efektif dalam meningkatkan kemampuan bercerita siswa sekaligus menanamkan nilai budaya. Oleh karena itu, guru disarankan untuk memanfaatkan bahan ajar berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai penggunaan bahan ajar berbasis kearifan lokal Loyang Koro dan Putri Pukes terhadap kemampuan bercerita siswa kelas VI SD Negeri 58 Banda Aceh, dapat disimpulkan bahwa kemampuan awal bercerita siswa sebelum perlakuan berada pada kategori sedang dan bervariasi.Hasil pre-test menunjukkan nilai rata-rata sebesar 13,24 dengan rentang nilai 9–18, yang mengindikasikan bahwa keterampilan bercerita siswa belum optimal.Setelah diterapkan bahan ajar berbasis kearifan lokal, kemampuan bercerita siswa mengalami peningkatan yang signifikan.Hasil post-test menunjukkan nilai rata-rata sebesar 18,65 dengan rentang nilai 16–20.Peningkatan ini menunjukkan adanya perkembangan kemampuan siswa dalam menyampaikan isi cerita, menyusun alur secara runtut, serta meningkatnya kelancaran dan kepercayaan diri dalam bercerita.Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test.Dengan demikian, hipotesis alternatif diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar berbasis kearifan lokal Loyang Koro dan Putri Pukes berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan bercerita siswa.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis kearifan lokal dengan cakupan yang lebih luas dan integrasi kearifan lokal lainnya. Selain itu, sekolah diharapkan mendukung pengembangan bahan ajar lokal, siswa didorong untuk lebih aktif dan percaya diri dalam bercerita, serta peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian serupa dengan desain eksperimen yang lebih kuat untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.

  1. Mengeksplorasi Kebutuhan Desain Model Pembelajaran Search Solve Create and Share (SSCS) dalam Pembelajaran... doi.org/10.30605/onoma.v10i2.3628Mengeksplorasi Kebutuhan Desain Model Pembelajaran Search Solve Create and Share SSCS dalam Pembelajaran doi 10 30605 onoma v10i2 3628
  2. Pendekatan Etnopedagogi Sebagai Media Pelestarian Kearifan Lokal | JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan... doi.org/10.56806/jh.v2i2.16Pendekatan Etnopedagogi Sebagai Media Pelestarian Kearifan Lokal JURNAL HURRIAH Jurnal Evaluasi Pendidikan doi 10 56806 jh v2i2 16
Read online
File size638.59 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test