ITK AVICENNAITK AVICENNA

Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan AvicennaJurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Latar Belakang: Dismenorea merupakan nyeri yang terjadi sebelum dan saat menstruasi. Prevalensi remaja putri di Indonesia yang mengalami dismenorea sekitar 11.805. Dismenorea dapat mengganggu aktivitas sehari-hari yang seringkali menyebabkan penurunan produktivitas sehingga memerlukan terapi. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dianjurkan dinilai lebih aman tanpa menggunakan alat, bahan atau obat kimia yang berbahaya adalah latihan aerobik secara teratur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan aerobik terhadap dismenorea primer pada remaja putri di SMPN 9 Cimahi. Metode: Penelitian ini quasi eksperimen dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Responden melakukan latihan aerobik dengan durasi 30 menit pada hari ke-5 setelah menstruasi. Latihan ini dilakukan 3 kali seminggu selama satu bulan. Skala nyeri dilakukan pada menstruasi bulan berikutnya menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan signifikansi 95%. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan rerata skala nyeri sebelum intervensi adalah 4,90 (kategori sedang) setelah intervensi adalah 2,20 (kategori ringan). Hasil uji Wilcoxon p 0,00 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa latihan aerobik dapat menurunkan dismenore primer. Simpulan: Petugas kesehatan dan masyarakat dapat berperan serta dalam memberikan edukasi kepada remaja putri mengalami dismenore dengan melakukan latihan aerobik menjadi lebih produktif.

Rata-rata skala nyeri pada dismenore sebelum latihan aerobik adalah 4,90 (kategori sedang).Rata-rata skala nyeri pada dismenore setelah latihan aerobik adalah 2,20 (kategori ringan).Terdapat pengaruh latihan aerobik terhadap dismenore primer pada remaja putri di SMPN 9 Cimahi dengan p value 0,00 < 0,05.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji faktor-faktor seperti status gizi atau pola hidup yang memengaruhi efektivitas latihan aerobik dalam mengurangi dismenore primer. Selain itu, peneliti juga bisa mengeksplorasi jenis latihan aerobik lainnya, seperti latihan aerobik tinggi dampak, untuk membandingkan efektivitasnya. Terakhir, penelitian bisa mempelajari pengaruh kombinasi latihan aerobik dan edukasi kesehatan reproduksi untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang manajemen nyeri menstruasi. Dengan memperluas cakupan penelitian, diharapkan dapat ditemukan solusi yang lebih holistik dalam mengatasi dismenore primer. Penelitian juga perlu mempertimbangkan variasi usia dan kondisi fisik remaja agar hasilnya lebih representatif. Selain itu, penggunaan teknologi seperti aplikasi pelacak aktivitas bisa menjadi alat bantu untuk memantau konsistensi latihan aerobik. Penelitian lanjutan juga bisa fokus pada dampak jangka panjang latihan aerobik terhadap kesehatan reproduksi remaja. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan dasar ilmiah untuk program kesehatan yang lebih komprehensif. Peneliti juga dapat mengevaluasi pengaruh latihan aerobik terhadap gejala lain yang terkait dengan dismenore, seperti kelelahan atau gangguan emosional. Terakhir, penelitian bisa melibatkan partisipasi aktif keluarga atau sekolah dalam mendukung program latihan aerobik untuk remaja.

Read online
File size166.79 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test