STIKESGHSBYSTIKESGHSBY
Midwifery JournalMidwifery JournalProses persalinan diakui sebagai pengalaman emosional yang tidak menyenangkan dan paling menyakitkan yang dirasakan oleh seorang wanita dalam mencapai pembukaan lengkap. Fenomena ini ditinjau dari psikologis, emosional, spiritual, dan fisik yang timbul karena rangsangan yang disampaikan saraf di serviks dan segmen bawah rahim yang berasal dari kontraksi uterus yang kuat. Metode non-farmakologis yang dapat digunakan salah satunya untuk mengurangi nyeri adalah pemberian terapi moxibasi di titik L14 SP6. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan efektivitas moxibasi terhadap dilatasi serviks dan nyeri persalinan kala I. Metode: penelitian ini Quasi Ekperiment dengan menerapkan perlakuan kepada 2 kelompok (pre-post control group tes). Subjek penelitian ini 32 ibu inpartu kala I dibagi menjadi 2 kelompok intervensi dan control, dengan kriteria inklusi ibu primigravida kala 1 fase aktif tanpa induksi. Instrument penelitian menggunakan VAS (Visual analog scale) dan partograph. Hasil: hasil penelitian terdapat perbedaan tingkat nyeri dan kemajuan persalinan sebelum dan sesudah diberi terapi moxibasi L16 SP6, nilai p VAS 0,001 (50%) ibu mengalami nyeri ringan setelah dilakukan terapi, tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok control dan kelompok intervensi (nilai p 0,051). Diskusi: moksibasi L16 SP6 efektif dalam kemajuan persalinan dan nyeri persalinan kala I namun tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok control dan kelompok intervensi. Perlunya kombinasi intervensi non fatmakologis agar mendapatkan hasil yang optimal.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menyimpulkan.Intervensi pengendalian akupresur pada titik LI4 dan SP6 terbukti efektif kemajuan persalinan dan nyeri persalinan kala I, signifikan secara statistic namun selisih atau perbedaan antara kedua kelompok perlakuan dan control tidak menunjukan nilai yang berarti dimana hanya 50 % selisih nya antara kelompok control dan perlakuan.
Saran penelitian lanjutan dapat mengembangkan metode-metode ini untuk mendapatkan manfaat yang lebih baik, tidak hanya untuk mengurangi rasa sakit tetapi dapat bermanfaat bagi orang lain. Perlunya terapi tambahan atau kombinasi dalam mencapai hasil yang optimal seperti intervensi yang telah terbukti efektif seperti pijat dll. Untuk penilaian skala nyeri dalam hal ini adalah skala VAS (Visual Analogue Scale) mungkin akan sangat berbeda pada setiap individu untuk memberikan penilaian, dalam menilai kebutuhan umum persepsi nyeri sangat penting untuk menegakkan diagnosis tingkat nyeri seseorang sehingga intrumen lainnya bisa dijadikan pertimbangan.
| File size | 167.23 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
LLDIKTI13LLDIKTI13 Di antara berbagai keluhan yang dialami selama kehamilan, nyeri punggung bawah merupakan salah satu yang paling sering dilaporkan, dengan prevalensi mencapaiDi antara berbagai keluhan yang dialami selama kehamilan, nyeri punggung bawah merupakan salah satu yang paling sering dilaporkan, dengan prevalensi mencapai
JURNALSTIKESINTANMARTAPURAJURNALSTIKESINTANMARTAPURA Metode studi kasus digunakan dengan melakukan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkanMetode studi kasus digunakan dengan melakukan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Pelaksanaan terapi senam kaki diabetic selama 7 hari dapat meningkatkan sensitivitas kaki dan memperlancar sirkulasi darah sehingga berpengaruh terhadapPelaksanaan terapi senam kaki diabetic selama 7 hari dapat meningkatkan sensitivitas kaki dan memperlancar sirkulasi darah sehingga berpengaruh terhadap
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES 639). Selain itu, tatalaksana nyeri dengan opioid, layanan spiritual, atau kombinasi keduanya ternyata memiliki hasil yang berbeda secara signifikan (p=0.639). Selain itu, tatalaksana nyeri dengan opioid, layanan spiritual, atau kombinasi keduanya ternyata memiliki hasil yang berbeda secara signifikan (p=0.
YMPAIYMPAI Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester ketiga di PMB Sri Hayati Kabupaten Pandeglang tahun 2024. Responden penelitian adalah kelompok intervensiPopulasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester ketiga di PMB Sri Hayati Kabupaten Pandeglang tahun 2024. Responden penelitian adalah kelompok intervensi
POLITAPOLITA Hasil penelitian: Terdapat pengaruh deep back massage terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif dengan nilai p sebesar 0,047 < 0,05. Simpulan: Deep backHasil penelitian: Terdapat pengaruh deep back massage terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif dengan nilai p sebesar 0,047 < 0,05. Simpulan: Deep back
PEDSCIJPEDSCIJ Obat analgesik yang diberikan kepada anak kritis dapat menghasilkan hasil anti‑nyeri yang berbeda bila diukur dengan skala nyeri. Oleh karena itu, tinjauanObat analgesik yang diberikan kepada anak kritis dapat menghasilkan hasil anti‑nyeri yang berbeda bila diukur dengan skala nyeri. Oleh karena itu, tinjauan
BELITUNG RAYABELITUNG RAYA Kruskal Wallis juga digunakan untuk distribusi data non-normal. Hasil: Terdapat perbedaan rata-rata skala nyeri yang signifikan secara statistik sebelumKruskal Wallis juga digunakan untuk distribusi data non-normal. Hasil: Terdapat perbedaan rata-rata skala nyeri yang signifikan secara statistik sebelum
Useful /
ARIMSIARIMSI Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hambatan kognitif yang harus diatasi siswa sekolah dasar untuk memahami gagasan kecepatanOleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hambatan kognitif yang harus diatasi siswa sekolah dasar untuk memahami gagasan kecepatan
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan tidak terjadi kerusakan glikokaliks pada usus pasien sepsis akibat infeksi intraabdomen. Pada infeksi intraabdomen,Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan tidak terjadi kerusakan glikokaliks pada usus pasien sepsis akibat infeksi intraabdomen. Pada infeksi intraabdomen,
YMPAIYMPAI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dan pengetahuan orang tua terhadap perilaku orang tua dalam memberikan pendidikan seksPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dan pengetahuan orang tua terhadap perilaku orang tua dalam memberikan pendidikan seks
YMPAIYMPAI Emphaty (Empati) menunjukkan bahwa pada dimensi ini terdapat (57%) responden mengatakan sudah baik. Tangible (Bukti Fisik) menunjukkan bahwa pada buktiEmphaty (Empati) menunjukkan bahwa pada dimensi ini terdapat (57%) responden mengatakan sudah baik. Tangible (Bukti Fisik) menunjukkan bahwa pada bukti