JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Latar belakang: Terdapat dua jenis metode persalinan Sectio Caesarea, yaitu metode konvensional biasa dan metode ERACS (Enhanced Recovery After Caesarean Section). Metode ERACS kini menjadi fenomena di masyarakat, terutama bagi wanita hamil. Masalah yang sering muncul pada pasien pasca operasi Sectio Caesarea adalah keluhan nyeri di area luka sayatan akibat robekan jaringan dinding abdomen dan dinding uterus. Nyeri masih dirasakan selama 2-3 hari setelah operasi, sehingga membuat ibu enggan bergerak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat nyeri pasien pasca sectio caesarea dengan metode konvensional dan metode ERACS di Ruang Melati Rumah Sakit Imanuel Way Halim Bandar Lampung. Metode penelitian: Desain penelitian adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah pasien pasca sectio caesarea konvensional dan pasien rawat inap dengan metode ERACS. Jumlah sampel sebanyak 48 pasien, terdiri dari 36 pasien pasca sectio caesarea konvensional dan 12 pasien pasca sectio caesarea dengan metode ERACS. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Variabel penelitian adalah tingkat nyeri, diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan distribusi frekuensi yang mencakup data umum dan data khusus.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat nyeri pasien pasca sectio caesarea dengan metode konvensional sebagian besar berada pada kategori nyeri berat, sedangkan pasien dengan metode ERACS sebagian besar mengalami nyeri sedang.Hal ini menunjukkan bahwa metode ERACS lebih efektif dalam menekan intensitas nyeri dibandingkan metode konvensional.Dengan demikian, tindakan mobilisasi dini yang efektif dapat dilakukan lebih optimal pada pasien pasca sectio caesarea dengan metode ERACS.

Pertama, perlu diteliti apakah kombinasi metode ERACS dengan teknik relaksasi non-farmakologis seperti relaksasi napas dalam dapat lebih menurunkan nyeri pasca operasi dibandingkan metode ERACS saja. Kedua, penting untuk mengeksplorasi pengaruh usia dan paritas secara lebih mendalam dalam konteks respons nyeri terhadap metode ERACS, mengingat faktor demografi ini tampak memengaruhi intensitas nyeri menurut temuan penelitian ini. Ketiga, perlu dikaji apakah durasi pemulihan dan kecepatan mobilisasi dini pada pasien ERACS dapat dipengaruhi oleh jenis dan dosis obat anestesi tambahan seperti fentanyl atau morfin, agar dapat ditentukan protokol optimal yang sesuai dengan karakteristik pasien. Penelitian lanjutan sebaiknya dirancang secara komparatif dan longitudinal untuk menilai dampak jangka pendek dan panjang dari intervensi tersebut, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar pengembangan pedoman manajemen nyeri yang lebih personal dan efektif bagi ibu pasca sectio caesarea.

  1. DESCRIPTION OF POST SECTIO CAESAREA PATIENTS WITH CONVENTIONAL METHODS AND ERACS METHODS | Journal for... doi.org/10.30994/jqwh.v7i1.240DESCRIPTION OF POST SECTIO CAESAREA PATIENTS WITH CONVENTIONAL METHODS AND ERACS METHODS Journal for doi 10 30994 jqwh v7i1 240
Read online
File size245.1 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test