UBUB

Journal of Psychiatry Psychology and Behavioral ResearchJournal of Psychiatry Psychology and Behavioral Research

Afek pseudobulbar (PBA) adalah gangguan neurologis yang ditandai dengan episode tertawa atau menangis yang tidak terkendali dan tidak sesuai dengan keadaan emosional. Kondisi ini sering kali tidak terdeteksi setelah stroke dan dapat mengganggu kualitas hidup secara signifikan, terutama di tempat-tempat di mana terapi farmakologis lini pertama tidak tersedia. Kami melaporkan kasus seorang wanita berusia 53 tahun dengan riwayat stroke iskemik yang mengalami episode berulang tertawa dan menangis yang tidak terkendali selama lima tahun. Penilaian klinis mencakup skor CNS-LS, PLACS, dan MADRS, dengan follow-up dilakukan setelah manajemen farmakologis.

Evaluasi klinis yang cermat terhadap gangguan emosional setelah stroke sangat penting.Peningkatan observasional dalam kasus ini menekankan pentingnya diagnosis yang akurat dan menunjukkan kebutuhan akan studi lebih lanjut untuk menetapkan strategi manajemen yang efektif untuk afek pseudobulbar.

Untuk penelitian lanjutan, penting untuk menyelidiki lebih lanjut strategi manajemen yang efektif untuk afek pseudobulbar. Studi lebih lanjut dapat berfokus pada pengembangan dan pengujian terapi yang lebih terjangkau dan efektif, terutama dalam pengaturan sumber daya terbatas. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme patologis yang mendasari afek pseudobulbar dan mengidentifikasi target pengobatan baru. Akhirnya, penting untuk menyelidiki dampak jangka panjang dari intervensi terapeutik pada kualitas hidup pasien pasca-stroke.

  1. PSYCHIATRIC MANIFESTATION AS PART OF PSEUDOBULBAR AFFECT IN POST-STROKE PATIENTS – CASE REPORT... jppbr.ub.ac.id/index.php/jppbr/article/view/204PSYCHIATRIC MANIFESTATION AS PART OF PSEUDOBULBAR AFFECT IN POST STROKE PATIENTS Ae CASE REPORT jppbr ub ac index php jppbr article view 204
Read online
File size393.84 KB
Pages3
DMCAReport

Related /

ads-block-test