UBUB

Journal of Psychiatry Psychology and Behavioral ResearchJournal of Psychiatry Psychology and Behavioral Research

Pendahuluan: Hipnoterapi telah menunjukkan efikasi tinggi dan diakui memiliki potensi untuk berbagai kondisi klinis atau kesehatan. Namun, persepsi masyarakat umum terhadap hipnoterapi sangat beragam dan dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama bila dibandingkan dengan jenis psikoterapi lainnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi masyarakat Indonesia terhadap hipnoterapi dibandingkan dengan jenis psikoterapi lainnya. Metode: Desain survei cross‑sectional digunakan dengan menargetkan pengguna Twitter dan Instagram. Kuesioner daring yang dipilih menilai variabel termasuk data karakteristik responden, serta menggunakan kuesioner “Persepsi Praktik Hipnoterapi yang telah melalui peer‑review. Hasil: Dari 100 partisipan, hipnoterapi merupakan jenis psikoterapi yang paling dikenal dan paling dipercaya (35%). Sebagian besar responden belum pernah mengikuti psikoterapi (36%) maupun hipnoterapi (71%). Mayoritas responden berpendapat bahwa hipnoterapi dapat membantu menyembuhkan gangguan mental (65%) dan penyakit fisik (54%) serta memberikan penyembuhan permanen (55%). Sebagian besar responden menolak anggapan bahwa hipnoterapi dapat menggantikan peran psikolog dan psikiater (86%).

Responden lebih familiar dengan hipnoterapi dibandingkan dengan prosedur psikoterapi lain, termasuk CBT yang merupakan standar emas.Hipnoterapi juga digunakan oleh lebih banyak responden serta memperoleh tingkat kepercayaan publik yang lebih tinggi, dengan banyak yang meyakini bahwa hipnoterapi menangani masalah pada sumbernya.Namun, sebagian besar masyarakat belum mengakui otoritas profesional hipnoterapis, meskipun pengalaman mereka dengan hipnoterapi setara dengan yang memperoleh layanan dari psikolog atau psikiater.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor‑faktor demografis yang memengaruhi persepsi masyarakat Indonesia terhadap hipnoterapi melalui pendekatan campuran kuantitatif‑kualitatif, sehingga dapat mengidentifikasi variabel‑variabel kunci seperti usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, serta latar belakang budaya yang berkontribusi pada sikap positif atau negatif. Selain itu, diperlukan uji klinis terkontrol yang membandingkan efektivitas hipnoterapi dengan terapi perilaku kognitif (CBT) dalam mengatasi gangguan mental spesifik, misalnya depresi ringan hingga sedang atau gangguan kecemasan, untuk menilai keberhasilan kedua pendekatan dalam konteks klinis Indonesia dan mengevaluasi faktor‑faktor yang memengaruhi hasil terapi. Selanjutnya, studi kebijakan dan etika dapat menilai tingkat pengetahuan publik mengenai otoritas dan regulasi hipnoterapis, serta mengkaji dampak sertifikasi profesional terhadap kepercayaan dan keamanan praktik, guna memberikan rekomendasi konkret bagi lembaga regulasi kesehatan. Penelitian juga dapat menyelidiki peran media sosial dalam membentuk persepsi hipnoterapi, dengan menganalisis konten daring dan interaksi pengguna untuk memahami pengaruh informasi yang salah atau hoaks. Akhirnya, penelitian longitudinal dapat memantau perubahan persepsi dan penggunaan hipnoterapi selama beberapa tahun ke depan, sehingga dapat mengidentifikasi tren evolusi sikap masyarakat dan implikasinya bagi pelayanan kesehatan mental.

  1. INDONESIAN SOCIETY'S PERCEPTION OF HYPNOTHERAPY COMPARED TO OTHER TYPES OF PSYCHOTHERAPY: A POTENTIAL... doi.org/10.21776/ub.jppbr.2022.003.02.1INDONESIAN SOCIETYS PERCEPTION OF HYPNOTHERAPY COMPARED TO OTHER TYPES OF PSYCHOTHERAPY A POTENTIAL doi 10 21776 ub jppbr 2022 003 02 1
Read online
File size303.39 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test