UBUB

Journal of Psychiatry Psychology and Behavioral ResearchJournal of Psychiatry Psychology and Behavioral Research

Pendahuluan: Hipokalemia, yang didefinisikan sebagai tingkat kalium serum di bawah 3,5 mEq/L, sering diabaikan pada pasien psikiatrik meskipun memiliki signifikansi klinis. Metode: Studi ini mengevaluasi prevalensi hipokalemia pada pasien inap psikiatrik di Grhasia Mental Hospital Yogyakarta, dari Oktober hingga Desember 2023. Analisis potong lintang dari 365 rekaman pasien dilakukan. Hasil: Mayoritas (74,8%) didiagnosis dengan spektrum skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya. Prevalensi hipokalemia keseluruhan adalah 28,8%, dengan 4,9% kasus memiliki tingkat kalium di bawah 3,0 mEq/L. Analisis bivariat menggunakan uji t, ANOVA, dan korelasi Pearson menunjukkan tidak ada perbedaan atau korelasi signifikan antara tingkat kalium serum dan faktor demografi atau klinis. Diskusi: Hampir sepertiga dari total pasien inap psikiatrik di Grhasia Mental Hospital Yogyakarta mengalami hipokalemia. Tingkat prevalensi ini jauh lebih tinggi dibandingkan populasi umum, di mana hipokalemia terjadi hanya 2-5%. Tingkat prevalensi tinggi ini menunjukkan bahwa pasien dengan gangguan mental memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan elektrolit, yang dapat memengaruhi kondisi fisik dan mental mereka. Kesimpulan: Mengingat prevalensi tinggi, pemantauan elektrolit rutin pada pasien inap psikiatrik sangat penting untuk mencegah komplikasi. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi dampak obat antipsikotik pada regulasi kalium dan mengembangkan strategi deteksi dini serta manajemen hipokalemia dalam perawatan psikiatrik.

Ditemukan prevalensi tinggi hipokalemia (28,8%) pada pasien inap psikiatrik di Grhasia Mental Hospital Yogyakarta.Meskipun tidak ditemukan kaitan signifikan dengan diagnosis psikiatrik atau riwayat pengobatan, pemantauan elektrolit rutin sangat penting untuk mencegah komplikasi.Faktor seperti nutrisi buruk dan penggunaan obat antipsikotik mungkin berkontribusi pada hipokalemia.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami penyebabnya dan meningkatkan manajemen dalam perawatan psikiatrik.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak obat antipsikotik spesifik terhadap regulasi kalium, eksplorasi peran nutrisi dalam kejadian hipokalemia pada pasien psikiatrik, serta analisis efek jangka panjang hipokalemia terhadap kesehatan mental. Selain itu, penelitian perlu mengembangkan strategi deteksi dini yang lebih efektif untuk mengidentifikasi risiko hipokalemia sejak dini. Kombinasi pendekatan klinis dan intervensi nutrisional juga perlu dievaluasi sebagai metode pencegahan. Penelitian ini dapat memberikan dasar untuk kebijakan kesehatan yang lebih terarah dalam manajemen pasien psikiatrik.

  1. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders | Psychiatry Online. diagnostic statistical manual... doi.org/10.1176/appi.books.9780890425596Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Psychiatry Online diagnostic statistical manual doi 10 1176 appi books 9780890425596
  2. Gambaran Nilai Elektrolit Darah Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Rumah Sakit Khusus Daerah X | Anakes... journal.thamrin.ac.id/index.php/anakes/article/view/1884Gambaran Nilai Elektrolit Darah Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Rumah Sakit Khusus Daerah X Anakes journal thamrin ac index php anakes article view 1884
Read online
File size410.18 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test