UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Provinsi Jawa Tengah memiliki beragam potensi wisata, termasuk wisata alam, wisata budaya, dan wisata religi, yang semuanya berpadu menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan wisata terpopuler di Indonesia. Desa Gogodalem merupakan sebuah desa di Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi wisata religi yang cukup besar karena peninggalan dari situs sejarah zaman Tumenggung Niti Negoro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji keadaan lingkungan eksternal-internal dan mengusulkan strategi pengembangan desa wisata religi Gogodalem. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini. Pembobotan dan penilaian digunakan bersama dengan analisis SWOT sebagai metode analisis. Berdasarkan temuan investigasi, Kawasan Religi di Desa Gogodalem menuntut desain fasilitas penunjang Desa Wisata yang representatif untuk menekankan identitas religi kawasan dan memberikan manfaat seperti rute dengan aksesibilitas yang sesuai. Sehingga, desain komprehensif fasilitas penunjang ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan desa.

Kawasan Religi di Desa Gogodalem membutuhkan desain Desa Wisata yang representatif dengan aksesibilitas layak, yang dapat memanfaatkan potensi kuat dan kondisi keuangan stabil untuk menjadi ikon wisata regional.Namun, kelemahan seperti akses jalan yang tidak memadai dan kurangnya fasilitas istirahat bagi pengunjung menjadi ancaman terhadap keberlanjutan pengembangan tersebut.Penelitian ini berharap dapat menjadi dasar perencanaan yang memperkuat ekonomi masyarakat pasca pandemi serta memastikan pengembangan kawasan religi yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi umat Islam.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana peningkatan infrastruktur jalan menuju Desa Wisata Gogodalem memengaruhi kepuasan pengunjung serta kontribusinya terhadap peningkatan pendapatan ekonomi lokal. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, studi tersebut dapat membandingkan tingkat kepuasan sebelum dan sesudah perbaikan jalan serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan kunjungan wisatawan. Ide penelitian kedua dapat memfokuskan pada peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis komunitas dalam memperkuat keberlanjutan wisata religi serta meningkatkan mata pencaharian penduduk setempat. Peneliti dapat melakukan survei terhadap pelaku UMKM, mengidentifikasi produk unggulan, dan mengevaluasi dampak ekonomi serta sosial dari integrasi UMKM dalam fasilitas penunjang wisata. Ide ketiga dapat meneliti efektivitas ruang serbaguna seperti aula pertemuan, ballroom, dan area istirahat dalam mengatur kepadatan kerumunan serta melestarikan nilai budaya selama periode ziarah puncak. Penelitian ini dapat mengukur tingkat kepadatan, persepsi kenyamanan, dan perlindungan warisan budaya melalui observasi lapangan dan wawancara pengunjung. Hasil ketiga studi tersebut diharapkan memberikan rekomendasi praktis bagi perencanaan kebijakan desa wisata yang lebih responsif, inklusif, dan berkelanjutan.

Read online
File size382.54 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test