UBUB

Journal of Psychiatry Psychology and Behavioral ResearchJournal of Psychiatry Psychology and Behavioral Research

Sel glia, termasuk astroglia, mikroglia, dan oligodendrosit, merupakan regulator aktif dari plastisitas saraf, integritas sinaptik, dan konektivitas. Stres kronis dan awal kehidupan merupakan faktor risiko utama untuk gangguan neuropsychiatri, tetapi peran histopatologi glia dalam memediasi kerentanan ini masih belum sepenuhnya dipahami. Tinjauan naratif tematik ini bertujuan untuk mensintesis bukti integratif tentang histopatologi glia yang disebabkan oleh stres sebagai mediator risiko neuropsychiatri, dengan menekankan temuan dari model tikus dan zebrafish serta implikasinya secara translasional.

Patologi glia mewakili mekanisme penyatuan yang menghubungkan paparan stres dengan kerentanan neuropsychiatri.Studi masa depan harus mengintegrasikan desain lintas spesies, desain longitudinal, dan biomarker translasional untuk mendorong strategi terapi untuk gangguan kesehatan mental yang terkait stres.

Untuk mendorong strategi terapi untuk gangguan kesehatan mental yang terkait stres, penelitian masa depan harus mengintegrasikan desain lintas spesies, desain longitudinal, dan biomarker translasional. Selain itu, perlu ada pengembangan platform baru, seperti model glia yang berasal dari iPSC dan chimera glia manusia, untuk membantu menguraikan heterogenitas glia, interaksi dinamis, dan trajektori temporal dalam kesehatan dan penyakit. Terakhir, perlu ada kolaborasi yang terkoordinasi dan multidisiplin antara ilmu saraf molekuler, bioengineering, psikiatri, dan ilmu klinis untuk merealisasikan potensi translasional dari teknologi yang muncul.

  1. Astrocyte ezrin defines resilience to stress-induced depressive behaviours in mice | bioRxiv. astrocyte... doi.org/10.1101/2024.09.10.612240Astrocyte ezrin defines resilience to stress induced depressive behaviours in mice bioRxiv astrocyte doi 10 1101 2024 09 10 612240
Read online
File size419.33 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test