SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA

Jurnal Kesehatan Medika SaintikaJurnal Kesehatan Medika Saintika

Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui hubungan antara faktor gizi dan genetik dengan penyakit TB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara gizi dan gen dengan penyakit TB paru. Metode dalam penelitian ini menggunakan Scoping Review yang tersedia tentang topik yang diteliti dengan mencari melalui database yang relevan. Database yang digunakan adalah Google Scholar, Science Direct, Pubmed. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja PRISMA dengan mencari artikel yang memenuhi kriteria inklusi, dan sepuluh artikel yang direview. Hasil dari tinjauan literatur menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara status gizi dan gen dengan kejadian TB. Beberapa zat gizi yang terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko TB paru adalah Vit.D, Vit.A, Fe, dan Zn. Gen yang ada di dalam tubuh juga dapat mempengaruhi kejadian TB paru. Faktor genetik juga dapat mempengaruhi kerentanan seseorang terhadap TB. Gen NRAMP1-Polimorfisme, Imunitas interferon-gamma, TNF-a Polimorfisme terlibat dalam perkembangan infeksi Mycobacterium tuberculosis. Beberapa gen yang terlibat dalam respon imun dan inflamasi mungkin berperan dalam meningkatkan risiko terkena TB.

Penelitian ini menunjukkan hubungan antara nutrisi dan genetik dengan kejadian tuberkulosis paru.A, Fe, dan Zn berperan dalam meningkatkan risiko TB.Gen seperti NRAMP1 dan TNF-a polimorfisme berkontribusi pada kerentanan terhadap TB.Oleh karena itu, menjaga status gizi dan memahami faktor genetik penting untuk pencegahan TB.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada interaksi spesifik antara nutrisi mikro (seperti vitamin D dan zat besi) dengan polimorfisme genetik tertentu untuk memahami mekanisme kerentanan terhadap TB. Selain itu, perlu dikaji peran nutrisi lain seperti vitamin E atau selenium dalam konteks genetik yang berbeda, terutama pada populasi rentan seperti anak-anak atau individu dengan kondisi imunologis rendah. Studi longitudinal dengan sampel lebih besar juga diperlukan untuk mengonfirmasi hubungan kausal antara faktor nutrisi-genetik dan kejadian TB, serta untuk mengevaluasi efektivitas intervensi nutrisi dalam mengurangi risiko TB berdasarkan profil genetik.

Read online
File size302.42 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test