USMUSM

TEMATIKTEMATIK

Kegiatan Pendampingan Teknis Pemasangan Batu Belah untuk Perbaikan Dinding Penahan Longsor di Jalan Semarang–Godong bertujuan memberikan solusi atas kerusakan infrastruktur akibat longsor. Jalan ini merupakan jalur vital yang menghubungkan permukiman, pusat ekonomi, dan layanan publik. Curah hujan tinggi pada awal 2025 menyebabkan kerusakan dinding penahan, mengancam keselamatan pengguna dan aksesibilitas masyarakat. Kegiatan ini berfokus pada pelatihan dan pendampingan teknis pemasangan batu belah, dipilih karena ketersediaannya secara lokal, efisiensi biaya, dan kekuatan strukturalnya dalam menahan tekanan tanah. Masyarakat juga akan diberikan pemahaman tentang sistem drainase untuk mengurangi risiko longsor. Metode kegiatan meliputi pelatihan teori, praktik, dan pendampingan langsung. Peserta diajarkan prinsip geoteknik, teknik konstruksi, serta pengawasan kualitas pekerjaan. Hasil yang diharapkan meliputi perbaikan dinding sepanjang 30 meter, peningkatan keterampilan masyarakat, serta panduan teknis sebagai referensi berkelanjutan.

Kegiatan pendampingan teknis di Desa Tinanding berhasil memperbaiki dinding penahan longsor sepanjang 30 meter menggunakan konstruksi batu belah dengan sistem drainase sederhana, sehingga meningkatkan stabilitas lereng dan mengurangi risiko longsor susulan.Terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait pencegahan longsor, pemasangan batu belah, dan sistem drainase berdasarkan hasil pre-test dan post-test.Kolaborasi antara tim pengabdi dan masyarakat terbukti efektif dalam menyelesaikan masalah teknis sekaligus membangun kemandirian dalam pemeliharaan infrastruktur desa.

Pertama, perlu penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas jangka panjang konstruksi batu belah interlocking pada lereng dengan tingkat kejenuhan tanah yang berbeda-beda, apakah struktur tetap stabil setelah terpapar hujan ekstrem selama beberapa musim. Kedua, penting untuk mengevaluasi sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam pelatihan teknis berdampak pada peningkatan kesiapsiagaan bencana di tingkat desa, termasuk kemampuan mendeteksi dini gejala longsor dan mengambil tindakan cepat tanpa bantuan luar. Ketiga, perlu dikaji potensi pengembangan sistem peringatan dini sederhana berbasis lokal, misalnya dengan memanfaatkan material murah dan pemantauan visual oleh warga, untuk mendukung keberlanjutan mitigasi longsor di wilayah terpencil yang minim infrastruktur teknologi. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi dengan pendekatan partisipatif dan fokus pada penguatan kapasitas lokal, sehingga membentuk strategi mitigasi bencana yang lebih tangguh dan mandiri secara jangka panjang.

  1. عملکرد زهکش‌های افقی و دودکشی در پایداری دیوار حائل شیب‌های... ceej.aut.ac.ir/article_3703.htmlIE NAUNU ACU O OU UU UO E UAUNU ceej aut ac ir article 3703 html
  2. Sustainable Retaining Structure Incorporating Recycled Concrete Aggregate | Indonesian Geotechnical Journal.... doi.org/10.56144/igj.v1i3.32Sustainable Retaining Structure Incorporating Recycled Concrete Aggregate Indonesian Geotechnical Journal doi 10 56144 igj v1i3 32
  3. Geotechnical Instabilities in Road Embankments: Analysis of a Landslide in Schistose Road Cut-and-Fill... doi.org/10.46717/igj.57.2B.17ms-2024-8-27Geotechnical Instabilities in Road Embankments Analysis of a Landslide inASchistose Road Cut and Fill doi 10 46717 igj 57 2B 17ms 2024 8 27
  4. 석축의 설계단면에 대한 수치해석 - 한국산학기술학회 논문지 : 논문 | DBpia.... doi.org/10.5762/kais.2023.24.4.189Eyiyo EEUa UAiu OooiEy iuACioOiooU IA I DBpia doi 10 5762 kais 2023 24 4 189
Read online
File size299.38 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test