UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Kulit buah kopi merupakan salah satu bagian dari buah kopi yang dapat dimanfaatkan sebagai kosmetik herbal. Kulit buah kopi termasuk limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan kopi dan belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal kulit buah kopi mengandung senyawa vitamin C dan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan dan bermanfaat bagi kulit. Untuk mempermudah penggunaannya, kulit buah kopi dapat di ekstraksi dan diformulasikan menjadi suatu sediaan farmasi, salah satunya adalah gel. Penelitian ini bertujuan untuk formulasi sediaan gel ekstrak kulit buah kopi dan melakukan uji stabilitas sediaan tersebut. Selain itu, juga menentukan kadar vitamin C dan antosianin dari sediaan gel yang paling stabil. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan tahapan: persiapan bahan, pembuatan ekstrak, pembuatan sediaan gel, uji stabilitas sifat fisik, analisis statistik, penentuan kadar vitamin C dan antosianin. Berdasarkan hasil uji stabilitas selama 3 bulan pada suhu ruang diketahui bahwa sediaan gel yang paling stabil adalah formula 4 dan formula 5. Formula 5 mempunyai kadar vitamin C dan antosianin tertinggi. Hal tersebut dikarenakan pada ekstrak 5 mengandung ekstrak kulit buah kopi tertinggi. Kadar vitamin C sediaan gel ekstrak kulit buah kopi sebanding dengan kadar vitamin C gel pembanding yang ada dipasaran. Sedangkan, kadar vitamin C sediaan gel ekstrak kulit buah kopi berbeda signifikan dengan kadar yang lebih tinggi dibandingkan vitamin C gel pembanding yang ada dipasaran.

Berdasarkan analisis hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak kulit buah kopi dalam sediaan gel dapat mempengaruhi stabilitas sifat fisik sediaan dengan formula yang paling stabil selama penyimpanan 3 bulan adalah formula 4 dan formula 5.Gel ekstrak kulit buah kopi mengandung vitamin C dan antosianin.Semakin tinggi konsentrasi ekstrak kulit buah kopi dalam semakin tinggi kadar vitamin C dan antosianin.

Bagaimana pengaruh variasi jenis pelarut ekstraksi (misalnya etanol 96% vs campuran etanol‑air) terhadap efisiensi ekstraksi vitamin C dan antosianin serta sifat fisik gel pada kulit buah kopi, serta apakah hal tersebut dapat meningkatkan stabilitas jangka panjang sediaan? Apakah penambahan bahan pengawet alami seperti ekstrak rosemary atau tea tree oil dapat meningkatkan stabilitas mikrobiologis dan kimiawi sediaan gel selama penyimpanan lebih dari tiga bulan tanpa mengurangi aktivitas anti‑oksidan, dan bagaimana dampaknya terhadap keamanan penggunaan pada kulit? Sejauh mana formulasi gel ekstrak kulit buah kopi dengan konsentrasi ekstrak ≥ 3 % dapat meningkatkan efek anti‑oksidan dan memperbaiki kondisi kulit pada uji klinis in‑vivo pada subjek manusia, serta apakah terdapat efek samping dermatologis yang signifikan? Selain itu, apakah penggunaan sistem nano‑karakteristik seperti liposom atau nanoemulsi untuk mengenkapsulasi ekstrak kulit buah kopi dapat meningkatkan penetrasi zat aktif ke lapisan kulit serta memperpanjang waktu pelepasan, sehingga meningkatkan efektivitas kosmetik anti‑penuaan dibandingkan formulasi gel konvensional?.

Read online
File size368.43 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test