ITYITY

Environmental Insight JournalEnvironmental Insight Journal

Pulau Jawa merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas seismik yang tinggi akibat posisinya yang berdekatan dengan zona subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia. Aktivitas seismik tersebut tidak hanya berdampak pada aspek kebencanaan dan infrastruktur, tetapi implikasi signifikan terhadap kerentanan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan pola spasial seismisitas di Pulau Jawa dan sekitarnya serta mengkaji implikasinya sebagai dasar terhadap perencanaan wilayah berbasis risiko. Data gempa bumi diperoleh dari United States Geological Survey (USGS) Earthquake Catalog dengan periode waktu 18 Januari 2021 hingga 25 Januari 2026 dan magnitudo minimum ≥ 2,5. Metode penelitian meliputi pengolahan data seismik, klasifikasi magnitudo dan kedalaman gempa, serta analisis spasial. Analisis spasial dilakukan menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan memanfaatkan data episentrum gempa bumi yang diekstraksi dari USGS dalam format KML dan divisualisasikan pada platform Google Earth. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas gempa bumi di wilayah studi didominasi oleh gempa bermagnitudo menengah (M 4,0–5,9) dan berkedalaman dangkal hingga menengah, dengan konsentrasi episentrum yang tinggi di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa. Pola sebaran tersebut berkaitan dengan zona subduksi aktif dan beberapa struktur sesar regional. Implikasi lingkungan dari kondisi ini meliputi peningkatan risiko longsor di daerah berlereng, gangguan stabilitas lahan pesisir, serta tekanan terhadap ekosistem dan kawasan lindung.

Pulau Jawa dan sekitarnya memiliki pola seismisitas yang jelas dan terkonsentrasi pada zona tektonik aktif, khususnya di wilayah selatan yang berasosiasi langsung dengan zona subduksi.Dominasi kejadian gempa bumi bermagnitudo kecil hingga menengah dengan kedalaman dangkal hingga menengah mengindikasikan potensi dampak lingkungan yang signifikan, terutama pada wilayah dengan kondisi geologi dan fisiografi yang rentan.Pola seismisitas tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya kerentanan lingkungan, termasuk risiko longsor di daerah berlereng, gangguan stabilitas lahan pesisir, serta tekanan terhadap ekosistem dan kawasan lindung.Analisis spasial berbasis data gempa bumi USGS memberikan informasi penting dalam mengidentifikasi wilayah dengan tingkat kerentanan lingkungan yang lebih tinggi akibat aktivitas seismik.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kawasan pesisir selatan Pulau Jawa dan wilayah perbukitan memiliki kerentanan lingkungan yang lebih besar karena intensitas kejadian gempa yang relatif tinggi dan kondisi fisik wilayah yang sensitif terhadap gangguan geodinamik.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak perubahan iklim terhadap kerentanan lingkungan di wilayah seismik seperti Pulau Jawa dengan mengintegrasikan data hidrometeorologis dan seismik. 2. Pengembangan model prediksi risiko longsor berbasis machine learning yang memanfaatkan data seismisitas dan topografi untuk meningkatkan mitigasi bencana. 3. Studi komparatif antara kawasan pesisir dan daratan di Pulau Jawa untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan tata ruang dalam mengurangi kerentanan lingkungan akibat aktivitas seismik.

  1. Analisis Spasial Pola Seismisitas dan Implikasinya Terhadap Kerentanan Lingkungan di Pulau Jawa dan Sekitarnya... journal.ity.ac.id/index.php/EIJ/article/view/440Analisis Spasial Pola Seismisitas dan Implikasinya Terhadap Kerentanan Lingkungan di Pulau Jawa dan Sekitarnya journal ity ac index php EIJ article view 440
Read online
File size606.81 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test