UNNESUNNES
Journal of Social and Industrial PsychologyJournal of Social and Industrial PsychologyGuru memiliki tanggung jawab utama untuk memberikan pelayanan terbaik. Salah satu faktor yang mendukung guru untuk bekerja dengan kepuasan kerja yang optimal adalah faktor-faktor yang mendasari fenomena kepuasan kerja berdasarkan penelitian yang dilakukan di dunia barat. Namun, terdapat perbedaan mendasar antara budaya barat dengan budaya Jawa yang memengaruhi pola perilaku individu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan kerja, mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penurunan kepuasan kerja, dan menggambarkan bagaimana dampak kepuasan kerja bagi individu dalam menjalankan pekerjaannya. Jenis penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods), yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Peneliti menggunakan studi indigenous pada kepuasan kerja guru di Jawa Tengah bersuku Jawa. Model pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner terbuka. Data yang dikumpulkan dari kuesioner terbuka dianalisis menggunakan pendekatan psikologi indigenous. Karakteristik responden berjumlah 487 pegawai negeri sipil dan guru non-pegawai negeri sipil bersuku Jawa yang berasal dari berbagai provinsi di Pulau Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan kerja guru di Jawa Tengah bersuku Jawa meliputi faktor finansial, fisik, psikologis, dan sosial. Faktor-faktor yang memengaruhi penurunan kepuasan kerja guru bersuku Jawa di Jawa Tengah adalah faktor lingkungan kerja, pekerjaan, diri sendiri, penghargaan, dan lingkungan sosial. Dari beberapa faktor yang memengaruhi penurunan kepuasan kerja, faktor lingkungan kerja yang kurang kondusif seperti kurangnya fasilitas untuk mendukung kegiatan belajar merupakan persentase terbesar. Dampak kepuasan kerja guru di Jawa Tengah bersuku Jawa dilihat dari aspek peningkatan kualitas diri, peningkatan kesehatan fisik dan mental, peningkatan kinerja kerja, dan peningkatan interaksi sosial. Peningkatan kualitas diri merupakan dampak yang sering dirasakan oleh guru bersuku Jawa di Jawa Tengah karena merasa senang dengan pekerjaan yang diterima, semangat kerja, lebih percaya diri, dan lebih rendah hati.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor finansial, fisik, psikologis, dan sosial memengaruhi kepuasan kerja guru di Jawa Tengah.Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan kepuasan kerja meliputi lingkungan kerja, pekerjaan, diri sendiri, penghargaan, dan lingkungan sosial, dengan lingkungan kerja yang kurang kondusif menjadi faktor utama.Kepuasan kerja berdampak positif pada peningkatan kualitas diri, kesehatan fisik dan mental, kinerja kerja, dan interaksi sosial guru.Penelitian ini menekankan pentingnya memahami konteks budaya Jawa dalam mengelola kepuasan kerja guru.Oleh karena itu, perlu adanya upaya peningkatan fasilitas dan lingkungan kerja yang lebih kondusif untuk meningkatkan kepuasan kerja guru di Jawa Tengah.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai peran spesifik nilai-nilai budaya Jawa, seperti *teposeliro* dan *rukun*, dalam membentuk kepuasan kerja guru. Penelitian ini dapat menggunakan metode etnografi untuk memahami bagaimana nilai-nilai tersebut diinternalisasi dan dimanifestasikan dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi berbasis budaya untuk meningkatkan kepuasan kerja guru. Intervensi ini dapat berupa pelatihan kepemimpinan yang menekankan kearifan lokal, program mentoring yang melibatkan tokoh-tokoh masyarakat, atau pengembangan kurikulum yang relevan dengan konteks budaya Jawa. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi hubungan antara kepuasan kerja guru dengan kualitas pembelajaran dan prestasi siswa. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data dari berbagai sekolah di Jawa Tengah dan menganalisis korelasi antara variabel-variabel tersebut. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan bukti empiris mengenai dampak positif kepuasan kerja guru terhadap kualitas pendidikan secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan dan praktik manajemen sumber daya manusia yang lebih efektif dan relevan dengan konteks budaya lokal.
| File size | 263.06 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Kedua, kemampuan mahasiswa dalam menulis isi artikel ilmiah. Isi pada penulisan judul, nama penulis, abstrak, metode penelitian, dan daftar pustaka mahasiswaKedua, kemampuan mahasiswa dalam menulis isi artikel ilmiah. Isi pada penulisan judul, nama penulis, abstrak, metode penelitian, dan daftar pustaka mahasiswa
YAYASANHAIAHNUSRATULISLAMYAYASANHAIAHNUSRATULISLAM Dengan pendekatan kualitatif, hermeneutik, dan Sufistik, penelitian ini menafsirkan simbolisme dan makna spiritual dalam lirik lagu terkait ajaran ImamDengan pendekatan kualitatif, hermeneutik, dan Sufistik, penelitian ini menafsirkan simbolisme dan makna spiritual dalam lirik lagu terkait ajaran Imam
STITMAKRIFATULILMISTITMAKRIFATULILMI Budaya ini unik dan sarat dengan pesan-pesan terkait kehidupan, di mana janur kuning dalam pernikahan melambangkan kebahagiaan serta penyatuan dua individuBudaya ini unik dan sarat dengan pesan-pesan terkait kehidupan, di mana janur kuning dalam pernikahan melambangkan kebahagiaan serta penyatuan dua individu
JARINGANSANTRIJARINGANSANTRI Hasil kajian menunjukkan bahwa naskah ini merupakan salinan pesantren abad ke-20 yang digunakan dalam tradisi manakiban, berfungsi sebagai media dakwahHasil kajian menunjukkan bahwa naskah ini merupakan salinan pesantren abad ke-20 yang digunakan dalam tradisi manakiban, berfungsi sebagai media dakwah
AKRABJUARAAKRABJUARA Para istri mantan gemblak menginterpretasikan masa lalu suami mereka melalui pengalaman hidup, nilai-nilai budaya Jawa, dan penerimaan lingkungan sosial.Para istri mantan gemblak menginterpretasikan masa lalu suami mereka melalui pengalaman hidup, nilai-nilai budaya Jawa, dan penerimaan lingkungan sosial.
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING Program ini bermula dari temuan masalah sosial yang ditindaklanjuti melalui kajian pemetaan sosial dan diskusi kelompok terbatas bersama dengan masyarakat.Program ini bermula dari temuan masalah sosial yang ditindaklanjuti melalui kajian pemetaan sosial dan diskusi kelompok terbatas bersama dengan masyarakat.
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan sebuah tata-kelola seni yang menyampaikan nilai-nilai kepahlawanan dalam Islam dikemas dalam bentuk galery.Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan sebuah tata-kelola seni yang menyampaikan nilai-nilai kepahlawanan dalam Islam dikemas dalam bentuk galery.
UINGUSDURUINGUSDUR Dalam setiap kebudayaan terdapat tradisi yang mempunyai makna filosofi yang mendalam dan luhur. Salah satu bentuk kebudayaan tersebut adalah upacara pernikahanDalam setiap kebudayaan terdapat tradisi yang mempunyai makna filosofi yang mendalam dan luhur. Salah satu bentuk kebudayaan tersebut adalah upacara pernikahan
Useful /
UNNESUNNES Tujuan dari studi ini adalah untuk mencari dan mengetahui tentang definisi quality of worklife serta faktor-faktor yang mempengaruhi quality of worklifeTujuan dari studi ini adalah untuk mencari dan mengetahui tentang definisi quality of worklife serta faktor-faktor yang mempengaruhi quality of worklife
STITMAKRIFATULILMISTITMAKRIFATULILMI Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peran tenaga pendidik yang bertanggung jawab atas penyempurnaan pengajarannya, maka ia harus mengevaluasi pengajarannyaHasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peran tenaga pendidik yang bertanggung jawab atas penyempurnaan pengajarannya, maka ia harus mengevaluasi pengajarannya
UNISLAUNISLA Siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran dan memberikan respon positif terhadap penggunaan story mapping.metode ini dapat digunakan sebagai alat bantuSiswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran dan memberikan respon positif terhadap penggunaan story mapping.metode ini dapat digunakan sebagai alat bantu
UNISLAUNISLA Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas sepuluh yang berjurusan Otomasi Perkantoran dan Tata Kelola. Hasil menunjukkan bahwa 1) Kurangnya inovasiResponden dalam penelitian ini adalah siswa kelas sepuluh yang berjurusan Otomasi Perkantoran dan Tata Kelola. Hasil menunjukkan bahwa 1) Kurangnya inovasi