STTII AMBONSTTII AMBON

Hymnos: Jurnal Teologi dan Keagamaan KristenHymnos: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen

Kepemimpinan dalam konteks gereja telah menjadi perhatian serius dalam diskursus teologi dan manajemen Kristen, khususnya terkait standar kualifikasi yang bersifat holistik. Penelitian-penelitian terdahulu tentang kepemimpinan Kristen cenderung memfokuskan diri pada aspek karisma dan kemampuan administratif, namun mengabaikan dimensi karakter moral dan kualitas relasional sebagaimana dinyatakan teks Alkitab. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara eksegesis teks 1 Timotius 3:1-7 untuk merumuskan model kepemimpinan perdana yang komprehensif dan implikasinya bagi manajemen kepemimpinan Kristen kontemporer. Metode yang digunakan adalah eksegesis biblika melalui analisis gramatikal, sintaksis, dan teologi-historis terhadap teks bahasa Yunani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks ini memaparkan tiga dimensi kepemimpinan yang tak terpisahkan: dimensi karakter moral (anepilémptos), dimensi kompetensi manajerial (didaktikos), dan dimensi reputasi sosial (marturían kalén). Penelitian ini berkontribusi dalam membangun model kepemimpinan Kristen yang terintegrasi antara dimensi spiritual, relasional, dan manajerial sebagai landasan teologis bagi pengembangan pemimpin gereja kontemporer.

1‑7 mengungkap bahwa kualifikasi kepemimpinan bersifat holistik, terdiri dari tiga dimensi saling melengkapi.karakter moral, kompetensi fungsional, dan reputasi sosial.Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan Model Kepemimpinan Perdana yang menempatkan karakter sebagai fondasi, kompetensi sebagai kerangka, dan reputasi sebagai kesaksian, serta menghasilkan empat implikasi utama bagi manajemen kepemimpinan Kristen kontemporer.Implikasi tersebut mencakup proses seleksi multi‑dimensional, program pembinaan holistik, sistem akuntabilitas transparan, dan kesadaran misioner bahwa integritas pemimpin merupakan bagian integral dari kesaksian Injil.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji perbandingan kualifikasi kepemimpinan dalam 1 Timotius 3:1-7 dengan kualifikasi yang terdapat dalam Surat Titus 1:5-9 dan 1 Timotius 5:17-22 untuk menilai konsistensi dan perbedaan model kepemimpinan pastoral secara lebih luas. Selain itu, studi empiris dengan pendekatan campuran (kuantitatif‑kualitatif) dapat menilai sejauh mana gereja‑gereja di Indonesia telah mengimplementasikan tiga dimensi model kepemimpinan perdana dalam proses seleksi, pelatihan, dan akuntabilitas pemimpin mereka, serta mengidentifikasi faktor‑faktor penghambat dan penguatnya. Selanjutnya, penelitian dapat mengadaptasi Model Kepemimpinan Perdana untuk konteks kepemimpinan non‑gereja, seperti organisasi Kristen, lembaga pendidikan, atau lembaga sosial, dengan menguji efektivitasnya dalam meningkatkan integritas, kompetensi, dan reputasi pemimpin serta dampaknya terhadap kinerja organisasi. Penelitian-penelitian ini diharapkan menghasilkan instrumen pengukuran yang valid untuk tiga dimensi kepemimpinan serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengembangan kebijakan kepemimpinan yang holistik dan kontekstual.

Read online
File size344.05 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test